RELATIF.ID, GORONTALO – Puluhan mahasiswa bersama masyarakat Pulubala menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Gorontalo, Kamis, 15 Mei 2025.
Mereka menuntut janji Bupati Sofyan Puhi yang dinilai tak kunjung ditepati, yaitu perbaikan jembatan rusak di Desa Pulubala, Kabupaten Gorontalo.
Dalam orasi yang berlangsung itu, salah satu perwakilan warga mengingatkan komitmen sang bupati yang pernah diucapkan kala berkampanye di Pulubala.
“Saya masih ingat betul, bupati pernah berjanji waktu kampanye di Pulubala untuk memperbaiki jembatan,” ujarnya lantang di depan massa aksi.
Nada serupa juga dilontarkan oleh Presiden BEM Universitas Gorontalo, Erlin Adam. Ia menyebut bahwa janji perbaikan jembatan sudah pernah disampaikan oleh Bupati Gorontalo pada 15 April 2025.
Kala itu, kata Erlin, pemerintah daerah berjanji akan menggandeng PT Pets untuk membangun kembali akses penghubung tersebut. Namun hingga kini, belum terlihat tanda-tanda realisasinya.
“Sejak 15 April 2025 bupati Gorontalo menyampaikan pemerintah daerah berkerjasama dengan PT Pets akan memperbaiki jembatan di Pulubala, namun hingga sampai saat ini tanda-tanda perbaikan itu tidak ada,” kata Erlin di tengah aksi.
Menanggapi desakan tersebut, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi memberikan penjelasan. Ia mengaku bahwa pihaknya sudah mengambil langkah-langkah sejak jembatan itu putus. Bahkan, pada pagi hari pasca kejadian itu, Sofyan menyebut dirinya langsung turun ke lokasi.
“Waktu jembatan putus itu, pagi harinya saya sudah datang untuk melihat sekaligus menata pasar dan memindahkan pasar hari Rabu yang tadinya di seberang jembatan, maka dipindahkan ke depan jalan. Itu kami telah laksanakan sambil memohon izin daripada yang punya tanah di sebelah Pak Hendra Hemeto untuk dipinjamkan tanahnya. Itu sudah selesai kami laksanakan,” ujar Sofyan.
Sebagai solusi sementara, kata dia, pemerintah daerah telah mendatangkan alat berat untuk membuat jalur darurat di samping jembatan.
“Maka alternatif sementara, telah didatangkan alat berat untuk membuat jalan sementara di sebelah jalannya, agar supaya masyarakat bisa menyeberang kalau airnya tidak naik,” katanya.
Ia menambahkan, bahwa proses administrasi kerja sama dengan PT PETS juga telah rampung. Pemerintah, kata Sofyan, bahkan sudah mendapatkan izin peminjaman jembatan sementara dari PT PETS dan kerangka proses perbaikannya juga telah mendapat persetujuan dari Dinas Perhubungan Provinsi.
“Jadi sudah beberapa langkah kami tempuh. Jembatan tidak hanya ditaruh saja di sana, tapi harus ada tempat dudukannya sebelah kiri dan kanan. Dan di tengahnya kami sudah meminjam patokannya di Dinas Perhubungan Provinsi. Sudah dapat izin juga dan sudah dipinjamkan kepada kami. Jadi tinggal pelaksanaannya akan dilaksanakan,” ucapnya.
Dengan demikian, seluruh persiapan perbaikan jembatan itu, Sofyan menegaskan, bahwa pihaknya tidak tinggal diam.
“Ini bukan berarti kami diam, tapi kami terus melaksanakan kegiatan-kegiatan itu,” tukasnya.
Penulis: Beju



