RELATIF.ID, GORONTALO – Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan yang ke-XVII bakal digelar di Provinsi Gorontalo pada tahun 2026 mendatang.
Kegiatan berskala nasional ini adalah ajang pertemuan besar bagi petani dan nelayan se-Indonesia yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali.
Adapun pelopor Penas tersebut yaitu Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), sebuah organisasi profesi yang bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.
Dimana, KTNA itu sendiri berorientasi pada penguatan sosial ekonomi masyarakat berbasis pedesaan yang berwawasan lingkungan dan berbudaya agribisnis.
Dan untuk langkah awal persiapannya, Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) pertama untuk menyatukan pokok pikiran dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menjelaskan bahwa Rakor ini menjadi momen awal untuk membangun sinergitas antara pemerintah daerah dan provinsi, guna menyamakan persepsi secara menyeluruh menjelang pelaksanaan kegiatan.
“Ini merupakan rakor pertama secara umum antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo dengan Pemerintah Provinsi, ini tujuannya untuk menyatukan persepsi,” ujar Sofyan saat ditemui usai rakor di Ruang Dulohupa, Jumat (11/7/2025).
Ia juga mengatakan bahwa setelah rapat koordinasi ini, akan ada tahapan selanjutnya berupa rakor teknis antar organisasi perangkat daerah (OPD), guna mempercepat tindak lanjut hasil-hasil pembahasan.
“Bulan depan akan dilaksanakan rakor yang kedua antar OPD, sehingga progresnya per tiap bulannya bisa kita ketahui hasilnya dan itu akan kita tindaklanjuti lagi sampai di hari pelaksanaannya,” sambungnya.
Dengan demikian, kata Sofyan, hal ini menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Gorontalo siap menyambut dan mensukseskan agenda besar nasional tersebut.
“Dengan adanya rakor ini menandakan bahwa Kabupaten Gorontalo siap menjadi tuan rumah pada kegiatan Penas Petani Nelayan 2026,” pungkasnya. (Beju)



