RELATIF.ID, GORONTALO – Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur menegaskan, bahwa reforma agraria merupakan salah satu agenda strategis nasional dalam rangka pemerataan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah.
Hal itu disampaikannya saat membuka rapat koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) bersama unsur Forkopimda yang turut hadir dalam rapat tersebut, bertempat di Kantor Pertanahan Kabupaten Gorontalo, Sabtu (13/9/2025).
“Tujuan utama reforma agraria adalah menciptakan keadilan agraria, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan bangsa,” ujar Sugondo.
Ia menjelaskan, forum GTRA diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan tanah, mulai dari konflik agraria, ketimpangan penguasaan lahan, hingga optimalisasi pemanfaatan tanah yang belum produktif.
Selain itu, GTRA juga diharapkan dapat mengintegrasikan program lintas sektor sehingga tanah yang sudah diretribusikan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program reforma agraria. Tidak hanya sebatas redistribusi lahan, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui akses permodalan, pendampingan usaha, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Menurut Sugondo, Gugus Tugas Reforma Agraria di Kabupaten Gorontalo memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan dan mengimplementasikan berbagai program dan kebijakan yang terkait dengan reforma agraria.
Melalui kerja sama erat antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, ia optimistis hasil yang signifikan dapat dicapai.
Ia juga mengajak seluruh peserta rapat untuk aktif berbagi pandangan dan memberikan kontribusi berharga dalam forum tersebut.
“Mari kita buka ruang untuk pertukaran gagasan yang produktif demi kemajuan Kabupaten Gorontalo dan kesejahteraan masyarakat. Semua usulan dan saran akan sangat berarti dalam membentuk langkah-langkah konkret ke depan,” katanya.
Menutup sambutannya, Sugondo menekankan bahwa perjuangan dalam mewujudkan reforma agraria adalah perjuangan untuk keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan.
“Semoga rapat koordinasi ini menjadi langkah awal yang kuat dalam mengarahkan kita menuju pencapaian tujuan-tujuan GTRA,” pungkasnya. (Beju)



