kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaInternasional

Negara Reputasi Terbaik Dunia Sepanjang 2025, Indonesia Tahun Ini Turun Drastis

107
×

Negara Reputasi Terbaik Dunia Sepanjang 2025, Indonesia Tahun Ini Turun Drastis

Sebarkan artikel ini
foto: rri.co.id

RELATIF.ID, INTERNASIONAL – Citra sebuah negara di mata dunia tidak hanya menentukan prestise, tetapi juga memengaruhi arus investasi, pariwisata, hingga posisi tawar dalam diplomasi internasional.

Reputasi positif turut berkontribusi pada stabilitas, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup warga negaranya.

Dinosaur

Dari hasil survei Reputation Lab yang dilaporkan Visual Capitalist melalui studi RepCore Nations 2025, Swiss menempati sebagai negara dengan reputasi terbaik di dunia.

Survei ini mengukur persepsi internasional terhadap negara-negara dengan ekonomi terkemuka berdasarkan indikator kepercayaan, kekaguman, rasa hormat, dan citra keseluruhan.

Penilaian dilakukan oleh responden dari negara-negara G7 seperti Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.

Swiss dan Negara Nordik Dominasi Reputasi Global

Swiss kembali mempertahankan posisi puncak berkat kebijakan netralitas, tata kelola pemerintahan yang kuat, serta kualitas hidup yang tinggi.

Sejak 1815, Swiss konsisten menjalankan kebijakan netralitas permanen yang disepakati dalam Kongres Wina dan tidak pernah terlibat sebagai pihak yang berperang dalam konflik antarnegara.

Di posisi kedua terdapat Kanada, yang dinilai unggul dalam hal inklusivitas, diplomasi, dan komitmen terhadap nilai-nilai multilateral.

Sementara negara-negara Nordik seperti Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Denmark, mendominasi enam besar dengan citra stabil, transparan, serta kepemimpinan dalam isu lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Indonesia Turun, Fenomena “Kabur ke Luar Negeri” Mulai Muncul

Di tengah capaian sejumlah negara tersebut, Indonesia justru mengalami penurunan reputasi.

Tahun ini, Indonesia berada di peringkat ke-34, turun tujuh tingkat dibandingkan 2024 yang berada di posisi ke-27.

Meski masih dipandang positif sebagai negara demokrasi besar dengan kekayaan sumber daya alam, Indonesia dinilai menghadapi tantangan serius, mulai dari hambatan perdagangan yang relatif tinggi hingga produktivitas nasional yang belum optimal.

Menarik Untuk Anda :  Setelah Melalui Perjuangan Panjang, Viktor Asiku Terpilih Ketua PERBASI Kabupaten Gorontalo

Kondisi ini sejalan dengan realitas sosial belakangan ini, di mana seruan untuk “kabur ke luar negeri” baik untuk bekerja maupun menempuh pendidikan semakin terdengar.

Bahkan, ajakan tersebut sempat viral, mencerminkan kegelisahan publik atas masa depan.

Ragam persoalan ekonomi dan politik yang menghiasi pemberitaan nasional, turut memicu keputusasaan sebagian warga negara terhadap kualitas hidup di dalam negeri.

Swiss Terbaik untuk Peluang Hidup Global

Temuan serupa juga tercermin dalam Indeks Peluang Hidup 2025 yang dirilis Henley & Partners. Indeks ini menilai peluang untuk berkarier dan hidup lebih layak di berbagai negara, sekaligus menjadi rujukan bagi investor, wirausahawan, dan komunitas global.

Sebanyak 46 negara dinilai berdasarkan enam indikator utama, yang meliputi pendapatan, jenjang karier, pendidikan unggulan, prospek pekerjaan, mobilitas ekonomi, dan kelayakan huni.

Seluruh indikator memiliki bobot yang sama, dengan skor maksimal 100. Data dikompilasi dari lembaga internasional seperti OECD, IMF, ILO, PBB, World Bank, hingga Glassdoor.

Hasilnya, Swiss kembali menempati posisi pertama dengan skor keseluruhan 84%. Negara ini meraih skor sempurna pada indikator potensi pendapatan dan secara konsisten berada di lima besar untuk indikator lainnya.

Tak hanya itu, menurut survei U.S. News, Swiss juga dinobatkan sebagai negara terbaik di dunia dengan skor sempurna 100 poin, berdasarkan kualitas hidup, ekosistem bisnis, hingga warisan budaya.

Singapura hingga Kanada Masuk 10 Besar

Di posisi kedua, Singapura meraih skor 79%, sekaligus menjadi satu-satunya negara ASEAN yang masuk dalam daftar. Singapura mencatat skor sempurna pada peluang pendapatan dan nyaris sempurna pada prospek pekerjaan.

Amerika Serikat berada di peringkat ketiga dengan skor 78%, disusul Australia (76%) dan Kanada (73%). Inggris mencatat skor 70%, Uni Emirat Arab 67%, Austria dan Selandia Baru masing-masing 65%, sementara Italia menutup 10 besar dengan 64%.

Menarik Untuk Anda :  Tertibkan Alat Berat di PETI Bulangita, Andi Taufik Apresiasi Gakkum, BKSDA, dan Polhut

Reputasi AS Anjlok Tajam

Meski masih masuk jajaran negara dengan peluang hidup tinggi, reputasi Amerika Serikat justru mengalami penurunan paling drastis dalam survei RepCore Nations 2025. AS merosot hingga 18 peringkat dan kini berada di posisi ke-48.

Ancaman tarif perdagangan serta perubahan sikap terhadap NATO dinilai memicu meningkatnya skeptisisme global terhadap arah kebijakan politik AS dan komitmennya dalam kerja sama internasional.

Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan bahwa reputasi global dan kualitas peluang hidup saling berkaitan erat.

Negara-negara dengan stabilitas politik, tata kelola yang baik, dan kualitas hidup tinggi tidak hanya dipandang positif, tetapi juga menjadi tujuan utama bagi talenta global yang mencari masa depan lebih menjanjikan. (Beju)

 

Sumber: cnbcindonesia.com dan goodstats.id

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312