RELATIF.ID, GORONTALO – Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri 713/Satya Tama resmi mendapat penugasan ke daerah operasi Papua, tepatnya di wilayah Intan Jaya, dengan masa tugas selama sembilan bulan.
Dari total pasukan tersebut, sekitar 318 prajurit merupakan putra daerah Gorontalo, sementara sisanya berasal dari berbagai daerah lain di Indonesia.
Komandan Batalyon Infanteri 713/Satya Tama, Widyastomo E. N., mengatakan seluruh prajurit telah dipersiapkan secara matang sebelum diberangkatkan ke daerah penugasan.
Menurutnya, para prajurit telah mengikuti berbagai tahapan pembekalan, mulai dari pelatihan fisik, materi persenjataan, hingga pembinaan mental dan keagamaan oleh pemangku agama.
“Insyaallah kami semua siap melaksanakan tugas dan amanah dari negara,” ujarnya saat diwawancarai usai pembukaan pembekalan di Batalyon 713/ST, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, tugas utama yang akan dijalankan di wilayah penugasan adalah menjaga stabilitas keamanan serta mendukung upaya perdamaian di kawasan perbatasan.
“Kami melaksanakan tugas tempur dalam rangka menjaga perbatasan wilayah,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi yang turut hadir dalam kegiatan pembekalan menyampaikan bahwa para prajurit akan melanjutkan tahapan pelatihan lanjutan di Bandung sebelum diberangkatkan ke Papua.
Bupati menekankan bahwa penugasan ini bukan sekadar menjalankan tugas negara, tetapi juga bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Olehnya, ratusan prajurit yang diberangkatkan itu diharapkan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta kembali dalam keadaan selamat setelah menyelesaikan masa penugasan.
“Kami yakin dengan kesiapan saudara-saudara kita ini untuk dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya di tempat penugasan,” pungkas Sofyan. (Beju)



