RELATIF.ID, GORONTALO___Untuk menekan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Gorontalo diperlukan adanya kerjasama dan koordinasi antar lintas sektoral maupun lintas program.
Permasalahan mengenai AKI dan AKB di Kabupaten Gorontalo disebabkan karena berbagai faktor,diantaranya stunting, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), dan bayi kurang gizi (gizi buruk).
Melihat faktor-faktor ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo melaksanakan pertemuan konvergensi lintas sektor dan lintas program dalam rangka percepatan penurunan AKI dan AKB dan stunting.
Pertemuan ini di buka langsung Bupati Google Nelson Pomalingo yang berlangsung di salah satu hotel yang ada di Manado Sulawesi Utara, Rabu (16/06/2021).
” Ini sangat penting karena kita punya target, apalagi di era pandemi Covid-19,” ucap Nelson
Dirinya meminta tak hanya OPD dan Camat yang terlibat bahkan hingga kepala desa dan tenaga kesehatan di tingkat puskesmas.
” Kolaborasi camat dan kades diharapkan sehingga ini menjadi indikator penilaian kinerja bagi mereka,” pintanya
Dan untuk stunting, Nelson pun sangat berbangga. Karena hingga saat ini terus mengalami penurunan.
“Kita menjadi contoh, Pilot Project Nasional hal penurunan stunting. Saya pun sudah keseringan di undang sebagai pemateri dalam rangka paparkan program strategis penurunan stunting di Kabupaten Gorontalo,” jelasnya
Sementara itu, Wakil Bupati Hendra menambahkan, seperti apa yang menjadi harapan Pak Bupati bahwa semua OPD dan camat keterlibatan mereka diharapkan.
” Saya selalu dan bertugas mengawal dan mengawasi ini program ini akan kami evaluasi yakni percepatan agar target itu terwujud,” tambahnya. (Win/relatif.id)



