Ada Harapan Hidup Seribu Tahun Lagi Di Sekolah Akademi Lansia Binaan PKK Kabupaten Gorontalo

32

RELATIF.ID, GORONTALO-Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, pimpin 50 orang wisudawan dan wisudawati lanjut usia (Lansia) dari Sekolah Akademi Lansia Binaan PKK Kabupaten Gorontalo, yang bertempat di Aula Balai Guru Penggerak, Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru.

Melalui kesempatan ini, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengatakan, pihak sengaja membuat program ini untuk membangun manusia dalam meningkatkan produktifitas, terutama dalam hal kesehatan.

“Program ini sengaja kita buat, karna memang kita membangun manusia ini tidak sekedar dari anak-anak, bahkan sebelum lahir (stunting), sampai dengan lansia. Jadi merata pembangunan di Kabupaten Gorontalo,” ujar Nelson Pomalingo saat diwawancarai awak media, Rabu (06/03/2024).

“Ini tujuannya dalam rangka untuk agar supaya para lansia tetap sehat, tetap produktif, dan tetunya bahagia,” tambahnya.

Berikut, Bupati Gorontalo ini berharap dengan adanya sekolah lansia tersebut, pengembangan jati diri bagi lansia terus berkembang, serta berdampak positif pada masyarakat.

“Kita berharap mereka menjadi pahlawan, menjadi pioner dari pembangunan daerah, menjadi contoh model. Bayangkan orang yang sudah lansia tapi masi bisa produktif, bisa membahagiakan orang lain, bahkan bisa mempengaruhi perkembangan orang lain, dan kita berharap kedepan sekolah lansia ini tetap dikembangkan,” harap Nelson.

Dengan begitu, pinta Nelson, sekolah lansia ini juga dapat diprogramkan sampai ketingkat desa. Karna menurutnya jumlah lansia terus berkembang setiap tahunnya, dan untuk tahun depan jumlah lansia mencapai 12,5 persen.

“Oleh karena itu saya meminta melalui Korpri, melalui camat, kepala-kepala desa ini diprogramkan sampai ke tingkat desa. Karna hari ini jumlah lansia ini terus bekembang jumlahnya, tahun depan itu 12,5 persen, karna usia harapan hidup kita naik,”. Pintanya

“Kalau usia harapan hidup kita naik, maka lansia juga berkembang. Ini adalah pengabdian kepada orang tua kita, mereka setelah membangun kita, maka hari ini kewajiban kita membangun mereka,” beber Nelson

Disamping itu, di tempat yang sama, salah satu wisudawati lulusan Sekolah Akademi Lansia kabupaten Gotontalo, Jeane Mokodongan menyatakan bahwa selama mengemban ilmu pengetahuan di Sekolah Akademi Lansia ini, ada hal-hal baru yang ia dapat, sehingga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, dirinya selalu merasa bahagia dan tidak mengalami stres lagi.

“Kami ini rata-rata ibu rumah tangga, yang memang keseharian kami di rumah itu, mengurus cucu, mengurus anak. Begitu kami masuk di Sekolah Lansia ini, wawasan kami bertambah, dan bahkan kami merasa bahagia satu sama lain. Dan disitu juga kami merasa bahwa kami bisa hidup seribu tahun lagi,” pungkas Jeane Mokodongan.

Dari informasi yang dihimpun RELATIF.ID, Sekolah Akademi Lansia kabupaten Gotontalo ini, dijalankan selama 6 bulan dan dijadwalkan setiap hari rabu, dan tidak dipungut biaya apapun (gratis), serta disajikan dengan berbagai materi mulai dari kesehatan jasmani, pengembangan karakter, dan kesehatan gizi lansia.

Tidak hanya itu saja, adapun pemateri di Sekolah Akademi Lansia Kabupaten Gotontalo yakni dosen pengajar dari salah satu perguruan tinggi yang ada di Provinsi Gorontalo.

Pewarta: Beju

 

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab