RELATIF.ID, GORONTALO__Warga Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, mengeluh lantaran proyek pelebaran Jalan Utama trans Limboto kota Gorontalo mulai dari Patung Berdoa sampai di kelurahan Bolihuangga tidak kunjung selesai hingga saat ini.
Pasalnya, proyek pelebaran jalan tersebut acap kali mengganggu arus lalu lintas warga setempat
Salah seorang warga Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Rahmat (49) mengaku sering mengalami gangguan lalu lintas sejak proyek pelebaran jalan ini berlangsung.
“Sejak ada pekerjaan pelebaran jalan ini, saya selalu molor untuk sampai ke tujuan. Kemarin saya mencoba untuk keluar dari perempatan SPBU limboto namun sayangya jalan utama macet sekali dan tidak ada pengawas yang mengatur untuk buka tutup jalan atau mengarahkan ke jalan alternatif lain sehingga kendaraan tidak menumpuk di perempatan, yang mengakibatkan jalannya macet akibat proyek ini,” ucapnya, Sabtu (21/9/2024).
Harusnya dari pihak-pihak terkait bisa mengunakan petugas yang bisa mengatur lalu lintas jalan demi kelancaran penguna jalan lainnya.
Biasanya puncak kemacetan terjadi pada pagi hari dan sore hari. Pasalnya, di jam tersebut volume kendaraan juga meningkat. Ditambah rendahnya kesadaran berlalu lintas. Sehingga, terjadi saling serobot antar pengguna jalan. Selain menimbulkan kemacetan, jalan yang diperbaiki itu juga menimbulkan debu. Hal ini karena tidak ada pembasahan jalan
Hingga berita ini diterbitkan awak media mencoba mengkonfirmasi pihak pihak terkait, namum belum ada tanggapan.(Win/Relatif.id).



