RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO – Karnaval Pemuda ke-8 Tahun 2026 di Desa Botubulowe, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, didorong menjadi ruang kreativitas pemuda dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Hal itu disampaikan Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Suparto Tome, saat membuka Karnaval Pemuda ke-8 di Desa Botubulowe, Jumat malam (14/8/2026).
Mewakili Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Haris mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui berbagai kegiatan dan event yang diselenggarakan di tingkat kecamatan.
Menurutnya, kegiatan seperti Karnaval Pemuda memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara serius, profesional, dan berkelanjutan.
“Penyelenggaraan event sebesar Karnaval Pemuda ke-8 ini harus memiliki visi dan desain yang strategis. Kami mendorong seluruh pemuda di Dungaliyo untuk mengelola kegiatan ini dengan serius, profesional, dan berkelanjutan agar mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Haris.
Ia mengatakan, perputaran ekonomi selama pelaksanaan kegiatan dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM dan masyarakat melalui penjualan produk, kuliner, jasa, hingga kebutuhan akomodasi.
Karena itu, Haris mendorong agar penyelenggaraan Karnaval Pemuda tidak hanya berorientasi pada kemeriahan acara, tetapi juga dirancang agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, sinergi antara pemuda, pemerintah desa, pelaku usaha, dan pemerintah daerah menjadi penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang.
“Sehingga ke depannya mampu menarik minat wisatawan dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Botubulowe khususnya, dan Kabupaten Gorontalo pada umumnya,” katanya.
Haris berharap Karnaval Pemuda ke-8 dapat menjadi contoh bahwa kegiatan kepemudaan di tingkat desa dan kecamatan bisa dikembangkan menjadi event yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
Dengan pengelolaan yang semakin baik, Karnaval Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi panggung kreativitas generasi muda, tetapi juga menjadi ruang bertemunya masyarakat, pelaku UMKM, dan wisatawan yang pada akhirnya ikut menggerakkan ekonomi lokal. (Beju)



