RELATIF.ID, BONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Salah satunya ialah, melalui kunjungan akademik mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo ke Kantor Bappeda Litbang Bone Bolango, Senin (20/7/2026).
Kunjungan itu dinilai menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik perencanaan pembangunan daerah, implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), serta peluang kerja sama internasional yang dapat mendukung percepatan pembangunan di daerah.
Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam melahirkan kebijakan pembangunan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Keterlibatan dunia akademik, kata dia, menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas perencanaan pembangunan sekaligus menghadirkan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan daerah.
“Pembangunan saat ini tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan tidak ada yang tertinggal dalam proses pembangunan,” ujar Sri Mulyani.
Mahasiswa Pelajari Implementasi SDGs di Daerah
Sebagaimana diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Kerja Sama Selatan-Selatan dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Selama kunjungan itu, mahasiswa melakukan studi lapangan untuk memperoleh data dan informasi mengenai berbagai isu strategis pembangunan daerah sebagai bahan penyusunan policy paper serta rancangan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Dalam pemaparannya, Sri Mulyani menjelaskan, arah pembangunan Kabupaten Bone Bolango saat ini difokuskan pada transformasi ekonomi, ketahanan pangan, pengembangan kawasan pesisir, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, ketahanan iklim, hingga digitalisasi pelayanan publik yang selaras dengan target SDGs.
Perkuat Tata Kelola Berbasis Data
Selain memaparkan arah pembangunan daerah, Bappeda Litbang Bone Bolango juga memperkenalkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan pemerintah daerah.
Berbagai inovasi yang diperkenalkan itu di antaranya ialah, penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), implementasi Satu Data Indonesia, pengembangan Open Data, serta tata kelola pemerintahan berbasis data yang mendukung pengambilan kebijakan secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Menurut Sri Mulyani, transformasi digital menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.
Kerja Sama Internasional Jadi Peluang Strategis
Sri Mulyani menilai, Bone Bolango saat ini memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui kemitraan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Berbagai potensi itu meliputi sektor pariwisata Olele, pertanian jagung, peternakan sapi, perikanan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan smart government.
Menurutnya, kerja sama internasional tidak hanya membuka akses terhadap jaringan global, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mendorong inovasi, dan mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
“Kerja sama internasional menjadi peluang strategis untuk memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas SDM, mendorong inovasi, serta mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di daerah,” jelasnya.
Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah
Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi mengenai pengalaman kemitraan Bappeda Litbang Bone Bolango di tingkat daerah, nasional, maupun internasional, serta berbagai tantangan dan peluang dalam membangun kerja sama global.
Sri Mulyani berharap, kunjungan akademik ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi pembangunan.
“Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana pembangunan direncanakan dan dijalankan. Kami berharap pengalaman ini melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah dan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (Beju)



