Bergelar Guru Besar, Prof. Rustam Akili Disebut Sebagai Burung Rajawali, Mampu Terbang Tinggi Demi Dunia Pendidikan

254

RELATIF.ID, GORONTALO__Setelah resmi mengemban amanah sebagai guru besar akhirnya, LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah XVI Gorontalo Suluttenggo menyerahkan surat keputusan kenaikan jabatan akademik Guru Besar kepada Prof. Dr. Rustam Hs. Akili,.SE,.SH,.MH dalam bidang ilmu Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Negara. Senin (30/10/2023).

Penyerahan SK Guru Besar kepada Prof. Dr. Rustam Hs. Akili oleh kepala LLDIKTI Gosulutenggo Munawir Sadjali Razak, S.IP., MA.

Melalui sambutannya, Prof. Dr. Rustam Hs. Akili,. SE,.SH,.MH menyampaikan, bahwa pencapaian Guru Besar adalah tingkat tertinggi dalam jenjang jabatan akademik yang ditetapkan melalui proses panjang sesuai regulasi, seleksi dan tentunya penilaian yang kredibel.

 

“Aturan tentang Guru besar tercantum dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Pasal 1 ayat 3 yang berbunyi : Guru besar atau profesor yang selanjutnya disebut profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi.” Ucap Prof. Rustam.

Penandatanganan berita acara surat keputusan kenaikan jabatan akademik Guru Besar

Baginya jika Guru Besar ini adalah bukan satu-satunya proses pencapaian keilmuan atau jabatan tertinggi pada gelar akademik tapi sebuah proses untuk memberikan Legitimasi Sumber Daya Manusia dan Legitimasi Institusi (Universitas Gorontalo) dan Legitimasi Publik bahwa peran Yayasan YP-DLP Gorontalo sebagai Yayasan penyelenggara perguruan tinggi swasta yang komitmen serta konsisten memajukan pendidikan di Provinsi Gorontalo.

 

“Setelah saya mendalami pengurusan pangkat Guru besar dengan perjuangan yang begitu panjang dan proses yang kiranya tidak segampang membalikan telapak tangan. Begitu banyak diskursus dan Konklusi yang saya pelajari bersama teman – teman termaksud dengan KEMENRISTEKDIKTI dan Ternyata problem tentang strategis pengembangan SDM dan karir dosen pada Perguruan Tinggi itu Masih banyak dosen yang tidak memenuhi kualifikasi pendidikan minimal, jumlah dosen yang berpendidikan doktor masih kurang, Masih banyak dosen yang belum memiliki jabatan akademik, Jumlah guru besar masih sangat sedikit, Publikasi ilmiah dosen/ilmuwan dan HAKI masih sangat rendah”, ujar Prof Rustam Hs. Akili.

“Oleh karna itu dari proses yang mungkin sudah saya lalui ini, adalah pelajaran dan motivasi bagi semua Dosen di Lingkungan Universitas Gorontalo. Saya akan menjadi support system bagi semua. Namun, semua akan sia-sia jika semua tidak sungguh-sungguh.” Tambahnya.

 

Ketua Dewan pembina Yayasan YP-DLP Universitas Gorontalo ini di akhir sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada kepala LLDIKTI Gosulutenggo.

 

“Ucapan terima kasih atas bimbingan dan dukungan selama ini yang diberikan di Universitas Gorontalo SK Guru Besar ini saya persembahkan untuk bapak sebagai tanda terima kasih.” Ungkap Prof. Rustam.

Dosen psikologi anti korupsi ini juga menanggapi Filosofi Burung Rajawali yang dinobatkan padanya yang disampaikan oleh Bpk. Alim Niode (Ketua Dewan Adat Gorontalo) pada Milad Yayasan YP-DLP Ke-42.

 

“Saya memaknai bahwa Burung Rajawali sebagai Spirit untuk terbang bersama membesarkan Universitas Gorontalo. Kalaupun sudah ada Rajawali dihadapan Bapak/Ibu dia akan bertindak sebagai Support System dan Motivator. Filosofi Rajawali menurut saya yakni : Burung Rajawali berani mengambil keputusan dan cepat bertindak. Ia tahu, begitu ia mengamati sesuatu yang berharga, maka ia harus bergegas memperolehnya.Kalau tidak, maka kesempatan itu akan hilang diambil oleh yang lain. Ia akan menyatukan hati, pikiran, dan seluruh raga jasmaninya melesat menuju sasaran. Ia tidak hanya mewacanakan target dan sasaran dalam benaknya. Ia mewujudkan dan mengejarnya dengan segenap kekuatan.” Papar Rustam. (Win/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab