BP2P Sulawesi I Paparkan Alokasi Anggaran Yang Digunakan Dalam Pembangunan Rusun Kejaksaan Tinggi Gorontalo

46

 

RELATIF.ID, GORONTALO__Melalui peresmian gedung PTSP dan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I, menyampaikan laporan hasil pembangunan rumah susun dan rumah susun lainnya dalam waktu proses pelaksanaannya.

 

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I, Recky Walter Lahope, ST., MT menyampaikan, pihaknya telah membangun 20 tower rumah susun dan 4 rumah susun lainnya yang sementara dalam proses pelaksanaan.

 

“Termasuk juga tahun ini kita membangun rusun ASN PU-PR, ini kita mintakan dari pak sekda yang kebetulan menangani hibah dan legalitas lahan karna kami terkendala terkait dengan pembangunan ini,” ungkap Recky Walter Lahope. Senin (15/01/2024).

 

“Anggaran sudah dialokasikan tahun lalu ditarik lagi karna lahan belum tersedia untuk legalitasnya, tahun ini kita anggarkan kembali karna ini merupakan kebutuhan kita,” Tambahnya.

 

Selanjutnya, Recky menyatakan selama ini pihaknya sudah membangun 24 tower rumah susun di Provinsi Gorontalo.

 

“Selama kita berada disini, kita sudah membangun ada rumah khusus juga yang tersebar di Provinsi Gorontalo 535 unit, kemudian untuk bantuan stimulan yang kita kenal dengan BSPS ini sudah cukup banyak 21.752 untuk masyarakat yang mempunyai rumah tidak layak huni kira rubah menjadi rumah yang layak huni, dan terakhir ada kegiatan PSO kita selang waktu berjalan ini sudah 2.226 unit,” Paparnya.

 

Terkait dengan hal ini, pihaknya melaporkan pembangunan rumah susun Kejaksaan Tinggi Gorontalo tersebut, dimana rumah susun ini alokasikan pagu anggaran yaitu sebesar 22 miliyar 83 juta dan rusun ini dilaksanakan oleh PT. Mina Fajar Abadi dan manajemen konstruksinya Sarana Budi Prakarsa Ripta CV Patek engineering konsultan.

 

“Jadi terkait rusun ini, kalau masi ada kurang saya dapat informasi tadi masi ada bocor-bocor, ini saya harap komunikasi dengan pihak terkait untuk dapat memperbaiki terkait dengan yang masi ada bocor-bocor,” kata Recky

 

Terkait dengan bangunan rumah susun tersebut, Recky mengungkapkan rumah susun ini dilaksanakan dengan struktur bangunan konvensional (Beton) dan waktu pelaksanaannya 240 hari kalender serta jumlah unit yang ada dalam rusun ini sebanyak 44 unit.

 

“Jadi 44 unit 44 pintu 2 kamar, dan 1 unit ini atau di 2 kamar tipe 36,” Ungkapnya.

 

Selain itu, Recky memaparkan rumah susun ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas diantaranya adalah fasilitas mebeler.

 

“Jadi mebeler ini dilaksanakan oleh PT Olympic Furniture Gemilang nilai kontrak 1 miliyar 200 juta, dan rusun ini terdiri dari lemari, kemudian tempat tidur utama, tempat tidur susun, sofa 2 seater, meja tamu, meja makan, dan kursi sebanyak 44 unit. Artinya rusun ini disediakan untuk kebutuhan sebanyak 44 unit dan sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas,” Tuturnya.

 

Terkahir dirinya berharap rumah susun ini dapat bermanfaat untuk kebutuhan penghunian di Kejaksaan Tinggi Provinsi Gorontalo.

 

“Selanjutnya kami mohon untuk rusun ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat dipelihara dengan baik, dan tentunya sebagai kementrian PUPR yang sudah melakukan pembangunan ini selanjutnya kita akan tanda tangan berita acara serah terima pengelolaan, setelah itu kami akan melakukan proses serah terima aset, jadi serah terima aset ini merupakan proses kita menyelesaikan pembangunan untuk kita hibahkan kepada kementrian dan lembaga terkait,” tandasnya

 

Pewarta : Beju

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab