RELATIF.ID, GORONTALO – Tangis haru dan doa-doa lirih mewarnai pelepasan 279 jemaah haji asal Kabupaten Gorontalo yang berlangsung di pelataran Masjid Agung Baiturrahman.
Di hadapan ratusan keluarga dan kerabat yang mengantar, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyerahkan secara simbolik keberangkatan para jamaah haji itu dengan pesan yang sarat makna.
“Ibadah haji adalah panggilan Allah SWT, bukan semata perjalanan fisik, tetapi perjalanan batin menuju kesucian dan ketakwaan,” ujar Sofyan dalam sambutannya, Rabu (21/5/2025).
Ia menegaskan, bahwa haji bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengembaraan spiritual yang menuntut kesungguhan niat dan pengendalian diri.
Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Gorontalo tahun ini terbagi dalam dua kelompok terbang. Sebanyak 273 jemaah tergabung dalam kloter 30, sementara enam lainnya bergabung dengan kloter dari Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo Utara.


Menurut Sofyan, haji juga mengajarkan kesetaraan umat, karena semua jamaah mengenakan pakaian serupa dan menjalani ritual yang sama, tanpa memandang status sosial.
“Semua disatukan dalam barisan ibadah. Di Tanah Suci, tak ada beda antara pejabat dan rakyat, kaya atau miskin,” jelas Sofyan.
Ia juga mengapresiasi peningkatan layanan jemaah haji tahun ini, termasuk tambahan uang saku sebesar 170 riyal. Namun, ia mengingatkan bahwa fasilitas bukanlah segalanya.
“Jaga nama baik daerah, hindari pelanggaran sekecil apa pun, dan manfaatkan setiap detik di Tanah Suci untuk berdzikir dan bermunajat,” katanya.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Ratusan pasang tangan terangkat ke langit, memohon keselamatan dan kemabruran ibadah para jemaah.
“Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur, sehat, dan kembali ke tanah air dengan selamat,” tutup Sofyan.
Penulis: Beju



