kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaNusantaraRagam

Levina Istiazah, Jemaah Haji Termuda Asal Jateng: “Saya Berangkat karena Mamah”

299
×

Levina Istiazah, Jemaah Haji Termuda Asal Jateng: “Saya Berangkat karena Mamah”

Sebarkan artikel ini
Levina Istiazah, jemaah termuda asal Jawa Tengah. (foto: kemenag.go.id).

RELATIF.ID, NASIONAL – Bagi sebagian orang, berhaji di usia muda tentu menjadi pengalaman yang penuh kesan dan tak terlupakan. Hal inilah yang kini dirasakan oleh Levina Istiazah, remaja 18 tahun asal Jawa Tengah yang mencuri perhatian publik karena menjadi jemaah haji termuda dari provinsinya pada musim haji tahun ini.

Levina, atau yang akrab disapa Vina, mendapat kesempatan berangkat haji menggantikan ibunya yang wafat pada 2021.

Dinosaur

“Saya bisa berangkat karena mamah saya, meski seharusnya beliau yang berada di posisi saya sekarang,” ungkap Vina saat, Minggu (18/5/2025).

Putri kedua dari tiga bersaudara ini mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya telah mendaftar haji sejak 2012 dan mendapat jadwal keberangkatan pada 2025. Artinya, butuh 13 tahun masa tunggu untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

“Sejak mama wafat, belum ada pikiran langsung untuk nggantiin mama. Jadi, saya juga mengalami masa tunggu sekitar 4 tahun sebelum berangkat,” kenangnya.

Meski berangkat menggantikan sang ibu, Vina tetap bersyukur atas takdir yang mengantarkannya menunaikan ibadah haji di usia muda.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk melihat Ka’bah secara langsung, menghadap kiblat yang selama ini kita tuju dalam setiap salat,” tuturnya.

Vina tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 15 Embarkasi Solo (SOC 15) dan diberangkatkan pada 5 Mei 2025, pukul 12.00 WIB. Sebelum terbang ke Tanah Suci, ia bersama sang ayah lebih dahulu menjalani masa tunggu selama 24 jam di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Saat ini, Vina tercatat sebagai mahasantri semester dua pada program takhassus Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Pesantren Ar-Rayah, Sukabumi, Jawa Barat. Demi mengikuti seluruh rangkaian manasik dan ibadah haji, ia memutuskan untuk cuti kuliah selama satu semester.

Menarik Untuk Anda :  Korban Jamaah Haji Laporkan Mustafa Yasin ke Polda Gorontalo

“Tapi karena mau haji ya cuti dulu,” ujarnya.

Sebelum melanjutkan kuliah, Vina menimba ilmu di Pesantren Daarul Atqiyaa, Kertayasa, Kramat, Kabupaten Tegal, dan berhasil menghafal 15 juz Al-Qur’an. Sosoknya dikenal sebagai pribadi ramah dan periang, dengan minat yang luas terhadap hal-hal baru.

“Kadang saya suka membaca sejarah Islam, kadang juga berkreasi tentang hal-hal baru seperti memasak ala-ala gitu. Netral saja hobi saya,” ucapnya.

Haji: Perjalanan Spiritual yang Mengubah Diri

Bagi Vina, ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan spiritual yang menjadi momen istimewa dalam hidup.

“Haji adalah panggilan Allah. Ini undangan khusus dari Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya,” tuturnya.

Ia memaknai ibadah haji sebagai bentuk kehendak Tuhan untuk memperbaiki diri, memperbarui iman, dan mendalami makna hidup. Vina pun meyakini bahwa keberangkatan haji tidak semata-mata ditentukan oleh kesiapan fisik atau finansial.

“Jika belum dipanggil Allah, sehebat apapun usaha seseorang, ia tidak akan sampai ke Baitullah. Tapi kalau Allah sudah mengundang, jalan itu pasti ada,” kata Vina.

Kepada generasi muda, ia menyampaikan pesan penuh semangat untuk tidak menunda pendaftaran haji.

“Segeralah mendaftar haji. Sebab, antreannya bisa puluhan tahun. Ketika muda, tubuh masih kuat untuk menjalankan semua rukun dan sunnah haji secara sempurna. Ini bukan hanya ibadah fisik, tapi juga pematangan kepribadian dan spiritualitas,” pesannya.

Levina Istiazah menjadi bukti nyata bahwa panggilan ke Tanah Suci bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja, bahkan di usia yang belum genap dua dekade. Ia adalah sosok inspiratif bagi generasi milenial dan Gen-Z untuk lebih awal mempersiapkan diri menjawab panggilan-Nya.

Sebelumnya, video pendek tentang Vina sempat viral di media sosial, termasuk di akun TikTok dan YouTube milik Kemenag Jawa Tengah. Dalam tiga hari penayangan, video tersebut disukai ribuan warganet dan dibagikan ratusan kali.

Menarik Untuk Anda :  LPGO ke PKS Gorontalo, Jangan Lindungi Oknum Legislatif Terlibat Dugaan Haji Ilegal

“Saya kaget dan nggak nyangka,” tutupnya.

 

Sumber: kemenag.go.id

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312