RELATIF.ID – Menghadiri rapat pimpinan dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Gorontalo Garis Suparto Tome menyampaikan beberapa hal terkait dengan penangan kemiskinan di daerah salah satunya adalah, penanganan terhadap hunian warga yang tergolong miskin ekstrim karena dari sekian indikator pengukuran kemiskinan, ada 5 sampai 6 indikator kemiskinan yang bisa terselesaikan dengan membangun rumah yang layak huni.
Hal ini disampaikan Haris Tome dihadapan Bupati dimana menurutnya, selain itu perlu keterpaduan langkah seluruh lintas sektoral untuk penanganan kemiskinan ekstrem tersebut, sehingga antara satu sektor dan sektor lainnya, tidak terjadi timpang tindih dan akan berkelanjutan setiap tahapannya.
“Di rapim ini pula saya mengusulkan agar standarisasi terhadap gaji tenaga honorer yg bertugas sebagai sopir yg melayani pimpinan untuk dinaikkan dan tidak di samaratakan dengan tenaga honorer lainnya,” ungkapnya.
Mengapa harus demikian, ini menurut Haris karena pelayanan sopir pimpinan tersebut mengikuti aktivitas pimpinan yang padat, bahkan dihari libur pun mereka harus bekerja melayani pimpinan atau pejabat daerah, sehingga kesejahteraannya perlu ditingkatkan sesuai standar UMP.
“Standar UMP saat ini berada dikisaran 2 juta rupiah, jika ini ditindak lanjuti, saya yakin dia akan tenang mengendarai mobil dinas yang digunakan para pimpinan OPD,” tandanya. (Ded)



