Dugaan Kasus PDAM, Ekaprasetya dan BUMD Gemilang Belum Usai, Mahasiswa Desak Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo

342

RELATIF.ID, GORONTALO__Gabungan Mahasiswa gelar aksi di depan Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo meminta penyelesaian dugaan korupsi yang sementara di tangani penegak hukum, Senin (13/12/2021).

Gabungan mahasiswa saat gelar demo di dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo.

Adapun kasus yang diminta untuk diselesaikan yakni dugaan korupsi, Koperasi Ekaprasetya, PDAM dan BUMD Global Gemilang yang saat ini sementara dilakukan penyelidikan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo.

Dalam orasinya, Moh. Akbar Rezaldat menyampaikan agar Kejaksaan Negeri harus seriusi penanganan dugaan korupsi di Kabupaten Gorontalo.

“Kami datang saat untuk kembali mempertanyakan bagaimana proses penanganan dugaan korupsi yang diduga melibatkan para elite di Kabupaten Gorontalo”, Ucapnya.

Moh. Akbar Rezaldat menyampaikan tuntutan di depan Kejaksaan Negeri.

“Kami takut jangan sampai pihak kejaksaan negeri sudah bermain mata dengan pihak-pihak tertentu, olehnya kami terus mendesak penyelesaian dugaan korupsi”, lanjut Rezaldat.

Olehnya masa aksi meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo benar-benar serius dalam menangani kasus korupsi di Kabupaten Gorontalo.

“Mohon jangan permainan hukum di Kabupaten Gorontalo, keadilan harus ditegakkan bagi mereka yang sudah memakan uang rakyat, saat ini kami percaya pada Kejaksaan olehnya kepercayaan ini tolong jangan dicederai”, Paparnya.

Sementara itu saat menerima masa aksi, Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Samba Sadikin mengapresiasi kegiatan mahasiswa.

“Kami sampaikan selamat datang di Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo untuk seluruh masa aksi, kami selalu terbuka untuk siapapun yang ingin berkoordinasi dan komunikasi berkaitan dengan penanganan kasus”, Ujarnya.

Kasie Pidsus saat menerima poin tuntutan masa aksi.

“Kami akan satu suara dengan pak Kejari, untuk penanganan kasus PDAM belum mandek ini sementara penyelidikan, dan ada juga beberapa kasus korupsi yang sudah proses persidangan”, Lanjutnya.

Selain itu, Kasie Pidsus Alexander Rante Labi menambahkan, pihaknya dalam menangani kasus selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Saya berterima kasih pada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi terkait kasus korupsi, yang pasti kami mengedepankan asas praduga bersalah karena ini berkaitan dengan nasib orang, yang pasti kami tidak akan biarkan bagi mereka yang korupsi di daerah ini”, Tambahnya.(Asis/Relatif.id)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab