RELATIF.ID, GORONTALO__Tindaklanjuti dugaan pemukulan siswa oleh kepala sekolah SDN 13 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo, Komis gabungan DPRD Kabupaten Gorontalo gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Selasa (03/10/2023).
Melalui RDP ini terungkap melalui pengakuan rekan korban yang juga sesama siswa dan salah satu guru bahwa benar telah terjadi pemukulan yang dilakukan oleh kepala sekolah dikarenakan siswa (korban.red) salah mengangkat tangan untuk menghormat bendera merah putih pada saat upacara.
“Iya saya lihat pak, pada saat kenaikan bendera merah putih salah mengangkat tangan, dia angkat tangan ba hormat sebelah kiri. Baru kepsek langsung kasih turun dia punya tangan baru diputar terus dipukul,” ucap salah satu siswa.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu Guru di SDN 13 Limboto Barat.
“Saya hadir disini diminta sebagai saksi, jadi apa yang disampaikan oleh anak-anak tadi itu benar pak, iya dikasih turun tangan sebelah kiri, diputar dan dipukul,” ujar salah satu guru.
Walaupun sudah ada pengakuan dari rekan korban sesama siswa dan salah satu guru, Kepala sekolah Sunarti Zees dihadapan para Anggota DPRD, Kadis Pendidikan, serta tamu undangan lainya membantah dengan tegas atas tuduhan pemukulan tersebut.
“Saya tidak melakukan pemukulan pak, cuman saya kasih turun tanganya dan saya pindahkan posisinya. Serta kejadian itu pada hari Senin tanggal (25/09/2023) dan pada hari Selasa, Rabu dia masuk sekolah dengan keadaan baik-baik saja,” Tegas Sunarti.

Sementara itu, Anggota komisi II Iskandar Mangopa menyampaikan, Hal ini tidak bisa lagi terjadi di Kabupaten Gorontalo yang perlu diketahui bahwa guru itu dibutuhkan tapi jangan juga main hakim sendiri apa lagi sampai melakukan pemukulan hingga mengakibatkan trauma pada siswa.
“Diketahui ibu ini ternyata tidak memiliki anak, dan seharusnya ibu yang tidak memiliki anak itu lebih menyayangi anak-anak tapi ini rupanya malah sebaliknya.” Ucap Iskandar pada saat rapat berlangsung.
Anggota Legislatif dapil Limboto – Limboto Barat ini menilai pada intinya pertemuan saat ini sudah memiliki titik terang karena semua sudah ada pengakuan dari rekan korban maupun guru yang ada pada saat kejadian.
“Tapi jika masalah ini sampai merembet ke tempat lain pasti tidak akan selesai, olehnya diharapkan kepada kepala dinas tidak lama mengambil langkah dan untuk kepala sekolah tetap fokus pada pendidikan jangan sampai apa yang terjadi saat ini masih terjadi lagi.” Katanya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Titiyanto Pauweni meminta waktu untuk bisa menyelesaikan masalah ini dan mengambil langkah selanjutnya.
“Yang pasti pertemuan ini akan jadi bahan untuk disampaikan ke Bupati Gorontalo dan nanti memutuskannya apakah dicopot dari jabatannya atau seperti apa nantinya, Satu hal yang diminta pada masyarakat khusus orang tua siswa mohon bersabar. Percayalah bahwa dinas akan mengambil langkah tegas.” Tegas Titiyanto.(Win/Relatif.id).



