RELATIF.ID, GORONTALO__Polemik batu hitam yang berada di Bone Bolango kembali memanas. Pasalnya, Ikatan Mahasiswa Bone Bolango (IKMB) ikut serta dalam pressure terhadap barang tersebut.

Bentuk pressure yang dilakukan IKMB melakukan aksi unjuk rasa dan audiensi langsung dengan DPRD Kabupaten Bone Bolango dan Polda Gorontalo. Kamis (03/08/2023).
Adapun yang menjadi tuntunan mahasiswa saat mengelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Bone Bolango dan Mapolda Gorontalo yakni, Mempertanyakan ketidak adanya police line di gudang batu hitam Desa Talumpatu Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango berbeda dengan gudang Suwawa yang telah di police line sehingga terlihat adanya tebang pilih dalam penanganan batu hitam.

Meminta pemerintah kembali menyeriusi kesepakatan sesuai dengan penandatanganan hasil Forum Grup Diskusi (FGD) pada bulan desember 2022 yang dilaksanakan oleh paguyuban (kerukunan pelajar mahasiswa Suwawa) bahwasanya di buat tim 12 yang akan melibatkan Forkopimda Provinsi dan kabupaten Bone Bolango untuk segera mencarikan solusi pelegalan pertambangan Suwawa.
Mendesak kepada pihak Kepolisian agar supaya tokoh koperasi tindaho di proses secara hukum dikarenakan terlibat dalam pelegalan batu hitam, Terbukti dengan adanya gudang yang berisikan material batu hitam di Talumopatu. Dan apabila di point 3 tidak terealisasi maka kami minta semua persoalan hukum yang menyangkut batu hitam terkhusus yang melibatkan masyarakat Suwawa (diberhentikan) di SP3-kan.

Seperti disampaikan ketua Ikatan Mahasiswa Bone Bolango, Fahrul Bahwa tambang batu hitam adalah menyangkut persoalan, hajat hidup orang banyak. Khususnya kebanyakan masyarakat Bone Bolango yang menggantungkan segala kebutuhan Ekonominya berada di Tambang suwawa sana.
” Maka kami hanya meminta kepada Pemerintah setempat untuk memberikan perhatian Penuh Untuk para penambang. Dan khususnya Tambang ini juga bisa menjadi kekuatan SDA, yang sebenarnya kalau ini dikelola dengan Baik. Akan memberikan Dampak Untuk kemajuan Daerah.” Katanya.
Ditempat yang sama, Suayub sebagai ketua bidang IKMB menambahkan, Terkait adanya Polemik Tambang batu hitam saat ini. Banyak sekali yang menjadi kejanggalan. Khususnya dalam penegakkan Hukum yang dinilai Tebang pilih.
“Yang paling dekat adalah penumpukan atau Gudang batu Hitam yang ada di Suwawa di Police Line. Sementara yang ada di Desa Talumopau Kecamatan Tapa tidak Di Police line.” Tegasnya.

“Padahal di Tapa sudah di Demo oleh Pemuda dan Masyarakat Setempat lagi-lagi Aparat Kepolisian. Seolah-olah tidak Berani.” Tambah Suayub
“Hal Ini jangan Sampai memberikan dampak Kecemburuan ataupun terkesan Tebang pilih terhadap Penegakkan Hukum.” Tandasnya.(Tim/Relatif.id).



