RELATIF.ID, GORONTALO – Embung Bumi Perkemahan Bongohulawa menjadi wadah baru pada Peran Saka Nasional 2025.
Lokasi ini digadang-gadangkan akan jadi ruang silaturahmi dan edukasi bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Gubernur Kwartir Nasional (Kwarnas) Peran Saka, Alfarabi Ibnu Nukliri mengaku, selain penanaman seribu pohon, panitia juga sudah menjadikan tempat itu sebagai arena kegiatan kepramukaan dalam aspek ketahanan pangan.
“Kita panitia sudah menyiapkan kegiatan khusus di area ini setiap sorenya, ada kegiatan permainan besar bagi peserta,” ungkap Alfarabi saat dimintai keterangannya usai pelepasan benih ikan lele di lokasi tersebut, Rabu malam (29/10/2025).
Apalagi embung tersebut sudah dilepaskan 1.200 benih ikan lele oleh Pemerintah Kecamatan Telaga Biru. Sehingga, menambah pengalaman baru bagi peserta yang mengikuti Peran Saka Nasional tahun ini.
“Ini jadi salah satu hal baru bagi peserta yang ikut di kegiatan Peran Saka tahun 2025 di Gorontalo. Sehingga kami menyambut baik pelepasan benih ikan lele oleh Camat dan Pemerintahan Kabupaten Gorontalo,” lanjutnya.
Menurut Alfarabi, area Embung Bongohulawa juga menjadi salah satu titik untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan peserta selama kegiatan berlangsung.
“Jadi salah satu spot untuk menjalin silaturahmi bagi peserta di area embung bumi perkemahan Bongohulawa,” jelasnya.
Sebagai Gubernur Ketua Pelaksana Peran Saka dan mewakili panitia pelaksana, Alfarabi menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan para camat yang mendukung Peran Saka Nasional.
“Saya sebagai Gubernur Ketua Pelaksana Peran Saka dari Kwarnas mewakili panitia, kami tentu sangat mengucapkan terimakasih kepada pak camat dan pemerintahan kabupaten Gorontalo,” pungkasnya. (Beju)



