RELATIF.ID, GORONTALO – Soal kabar mengenai perpindahan tugas Kepala Badan Keuangan (Kaban) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Meylan Tongkodu, ke Kabupaten Gorontalo mendapat tanggapan dari Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.
Sofyan menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima surat permohonan dari pejabat yang bersangkutan. Bahkan, dirinya mengaku belum mengetahui soal kabar tersebut.
“Saya belum tahu, belum ada permohonan ke saya,” ungkap Sofyan saat diwawancarai usai rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di DPRD Kabupaten Gorontalo, Selasa (8/4/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Meylan Tongkodu diketahui telah mulai bertugas di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gorontalo sejak 1 April 2025.
Namun, Sofyan kembali menegaskan bahwa selama dirinya menjabat sebagai Bupati sejak 20 Februari 2025, belum ada surat permohonan ataupun rekomendasi yang masuk ke meja kerjanya.
“Saya tidak tahu. Saya ini masuk tanggal 20 Februari sampai hari ini tidak menerima permohonan dari beliau,” katanya.
Meski begitu, Sofyan menyebut pihaknya masih mengkaji informasi tersebut, terutama dari aspek kebutuhan pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
“Saya kaji dulu apakah kita masih butuh pegawai atau tidak, kan begitu,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika proses perpindahan tugas tersebut terjadi sebelum dirinya dilantik sebagai Bupati, maka ia tidak mengetahui proses tersebut.
“Kalau lolosnya betul sebelum saya, saya tidak tahu. Tapi yang pasti sejak saya dilantik tanggal 20 sampai hari ini saya belum menerima rekomendasi apapun,” tegas Sofyan.
Dalam kesempatan itu, Sofyan turut mengungkapkan bahwa seluruh proses masuk dan keluarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini sedang ia evaluasi.
“Seluruh PNS yang masuk-keluar, saya tunda semua, karena saya masih mengevaluasi kita punya PNS,” kata dia.
Menurut Sofyan, saat ini komposisi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak seimbang, dengan kelebihan pegawai organik namun kekurangan tenaga guru dan kesehatan.
“Kita ini berlebih organik, kita kurang guru, kurang tenaga kesehatan, tapi berlebih di tempat lain,” jelasnya.
Ia menyebut, tenaga kesehatan masih menjadi prioritas dalam pertimbangan rekrutmen ke depan.
“Mungkin kalau tenaga kesehatan, kita masih pertimbangkan. Tapi kalau organik ya… kita pertimbangkan juga,” tutup Sofyan.
Penulis: Beju



