kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaPeristiwaPohuwato

Kader HMI Alami Luka Bakar Akibat Tindakan Represif Aparat, KPMIP Kecam Polres Pohuwato

211
×

Kader HMI Alami Luka Bakar Akibat Tindakan Represif Aparat, KPMIP Kecam Polres Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Kader KPMIP, Rifki Saliko.

RELATIF.ID, GORONTALO — Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Pohuwato (KPMIP) Cabang Limboto menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan atas tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pohuwato, dalam unjuk rasa yang berlangsung baru-baru ini.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan langsung oleh salah satu kader KPMIP, Rifki Saliko menilai tindakan aparat tidak hanya mencoreng institusi kepolisian, tetapi juga mencederai nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.

Dinosaur

“Tindakan represif dan arogan yang ditunjukkan oleh aparat kepolisian terhadap massa aksi HMI Cabang Pohuwato bukan hanya mencoreng wajah institusi penegak hukum, tetapi juga menjadi catatan kelam dalam perjalanan demokrasi di tanah kelahiran kami,” ungkap Rifki.

Selama ini, Polres Pohuwato dikenal menjunjung tinggi prinsip humanisme dan dialog dalam mengelola aksi massa. Namun, insiden kekerasan dalam aksi kemarin dinilai sebagai bentuk kemunduran yang serius.

Atas arahan Ketua Umum KPMIP Cabang Limboto, kata Rifki, organisasi tersebut menyatakan sikap tegas: mengutuk dan mengecam keras tindakan yang dianggap tidak berperikemanusiaan terhadap massa HMI.

“Demokrasi tidak akan pernah hidup jika aparat menjadikan kekerasan sebagai bahasa utama dalam menghadapi kritik. Organisasi kemahasiswaan seperti HMI dan KPMIP merupakan bagian dari pilar kontrol sosial yang sah dalam negara hukum,” lanjutnya.

Olehnya itu, KPMIP menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya institusi penegak hukum, untuk kembali menjunjung tinggi prinsip keadilan, dialog, dan penghormatan terhadap hak konstitusional setiap warga negara.

“Pohuwato harus tetap menjadi ruang demokratis, bukan medan ketakutan,” tegasnya eks Wakil Ketua BEM Hukum Universitas Gorontalo itu.

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pohuwato di depan Mapolres Pohuwato pada Senin, 21 Juli 2025, berujung ricuh dan menuai sorotan dari berbagai pihak.

Menarik Untuk Anda :  Perkuat Strategi Kepemimpinan, Sekda Bone Bolango Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional

Diduga, tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian menyebabkan seorang kader HMI mengalami luka bakar.

Dari informasi yang dihimpun, aksi yang awalnya berlangsung damai itu membawa sejumlah tuntutan terkait kerusakan lingkungan di Kabupaten Pohuwato. Namun, hingga aksi berlangsung, tak satupun pejabat Polres Pohuwato menemui massa aksi.

Kekecewaan pun memuncak. Massa kemudian membakar ban sebagai bentuk protes. Aparat kepolisian yang berjaga berusaha memadamkan api dengan menyiram air. Namun karena api tak kunjung padam, beberapa anggota polisi menendang ban tersebut hingga mengenai massa aksi. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312