kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
Kriminal

LBH Limboto Minta Polisi Dalami Motif Pelaku Pembacokan Terhadap Pimred Media Online Di Gorontalo

203
×

LBH Limboto Minta Polisi Dalami Motif Pelaku Pembacokan Terhadap Pimred Media Online Di Gorontalo

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, GORONTALO_Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Limboto meminta aparat penegak hukum (APH) agar mengadili para pelaku pembacokan jurnalis Gorontalo yang menimpa pemimpin redaksi media siber Butota.id, Jeffry As. Rumampuk beberapa waktu lalu, Minggu (27/06/2021).

Direktur LBH Limboto Susanto Kadir berpandangan bahwa pembacokan terhadap salah satu jurnalis di Provinsi Gorontalo itu merupakan tindakan dan upaya premanisme yang telah direncanakan. Olehnya, Susanto meminta kepada aparat penegak hukum agar segera menghukum para pelaku dan mencari siapa dalang atas terjadinya pembacokan tersebut.

Dinosaur

“Sebagai mana kita ketahui bersama kemarin kita membaca berita terjadi pembacokan terhadap rekan wartawan yang juga merupakan pemimpin redaksi dari media Butota.id saudara Jeffry As. Rumampuk. Sebagian pihak menyampaikan bahwa peristiwa kemarin adalah pembacokan, Saya selaku kuasa hukum dari media Butota.id melihatnya tidak hanya sekedar pembacokan biasa justru saya berpandangan bahwa apa yang terjadi kemarin adalah sebuah tindakan atau upaya yang direncanakan. Jadi ini adalah suatu upaya pembunuhan terhadap saudara Jeffri As. Rumampuk,” Jelasnya.

Direktur LBH Limboto, Susanto Kadir (dok/istimewa)

Selanjutnya, kata Susanto atas kejadian tersebut ada motif dan upaya yang digerakkan oleh orang tertentu sehingga mengakibatkan pembacokan terhadap jurnalis.

“Sebab sebagian kita ketahui Jeffry Rumampuk tidak ada masalah pribadi dengan siapapun sehingga kuat dugaan ini berkaitan dengan kerja-kerja jurnalistik. Sehingga ketika ada orang yang berupaya melakukan pembacokan atau pembunuhan pasti ini berkaitan dengan pemberitaan tentu ada motif sesuatu dibelakang ini saya meyakini ada yang menggerakkan. Dengan kejadian kemarin langsung tidak langsung itu mengenai psikologis rekan rekan wartawan (jurnalis) di Indonesia maupun Gorontalo pada khususnya,” Katanya

Para pelaku yang sudah di amankan polisi, Sabtu malam(26/06/2021).

“Ketika seorang wartawan melakukan peliputan untuk membuat sebuah berita yang itu kemudian berita itu membuat orang tidak senang, maka potensi-potensi kemarin itu bisa terjadi kembali. Ini penting disikapi kita semua utamanya aparat penegak hukum (Kepolisian) agar supaya bergerak cepat mengembalikan kondisi ini kepada situasi yang normal,” Lanjut Susanto

Menarik Untuk Anda :  Babinsa Kecamatan Tibawa Bergerak Cepat Mengatasi Tanah Longsor

Untuk itu dirinya berharap agar premanisme yang telah mengganggu kerja-kerja jurnalis tersebut segera dibumihanguskan untuk menciptakan kondusifitas daerah.

“Kapolri juga pernah memerintahkan agar supaya premanisme harus dibumihanguskan sehingga insan pers bekerja dalam keadaan psikologis yang normal, tentu adalah sebuah hal yang cukup mencekam ketika wartawan dalam melakukan pekerjaan di bawah bayang-bayang ancam atau intimidasi yang mengancam profesinya sebagai wartawan,” Harapnya

Sebelumnya, isteri dari Jeffry As. Rumampuk saat diruangan Reskrim Polres Gorontalo Kota (minggu, 27/06) sempat mengomeli para tersangka pembacokan serta mempertanyakan motivasi apa hingga suaminya dibacok.

“Saya hanya menanyakan kepada mereka apakah mereka mengenal suami saya dan apa salah suami saya kepada mereka berdua?, saya kasian mereka yang umurnya seperti adik saya yang mau dimanfaatkan oleh orang lain hanya dengan iming-iming sedikit imbalan untuk melakukan tindakan kekerasan seperti itu. Saya sudah dengar bahwa anak-anak seperti mereka sengaja di kaderisasi, lantas ada sebuah perlindungan dan jaminan dari orang-orang tertentu atas jasa mereka, dan itu adalah tujuan dari oknum yang kemarin mengancam suami saya sebelum kejadian.” ucap Andryani.

Dirinya memberikan apresiasi serta terim kasih kepada Tim Gabungan Polda dan Polres Gorontalo Kota yang telah menangkap kedua tersangka pembacokan, dan berharap agar kepolisian menelusuri motiv kaderisasi preman yang harus menjadi atensi dan prioritas Polisi dalam memberantas premanisme di Provinsi Gorontalo. Bukan tidak mungkin hal seperti ini terjadi lagi.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak Polda dan Polres Gorontalo Kota karena telah berhasil membekuk kedua tersangka, saya pun berharap agar motiv kaderisasi preman anak dibawah umur yang secara nyata merusak hidup generasi muda gorontalo,” ungkap Andryani. (Win/Relatif.id)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312