kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaPeristiwaProvinsi Gorontalo

Mahasiswa Meninggal Usai Ikut Diksar Mapala, Rektor UNG Sampaikan Duka Cita Mendalam

141
×

Mahasiswa Meninggal Usai Ikut Diksar Mapala, Rektor UNG Sampaikan Duka Cita Mendalam

Sebarkan artikel ini
Rektor UNG, Eduart Wolok.

RELATIF.ID, GORONTALO – Suasana duka menyelimuti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) setelah kabar meninggalnya Mohammad Jeksen, mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah angkatan 2024.

Jeksen mengikuti pendidikan dasar (diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Butoiyo Nusa Fakultas Ilmu Sosial UNG, yang berlangsung di Desa Tapadaa, Kecamatan Suwawa Tengah, Bone Bolango, sejak 18 September 2025.

Namun, pada Minggu, 21 September 2025, ia dikabarkan meninggal dunia usai mengikuti kegiatan tersebut.

Jenazah Jeksen kemudian dievakuasi dan dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada Senin malam, 22 September 2025.

Pada Selasa (23/9/2025), Rektor UNG Eduart Wolok akhirnya angkat bicara dalam sebuah konferensi pers.

Dengan wajah penuh keprihatinan, Eduart menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam sekaligus klarifikasi sikap kampus terkait peristiwa yang menimpa salah satu mahasiswanya itu.

“Hari ini saya ingin menyampaikan terkait informasi yang begitu viral dari kemarin yang menimpa salah satu anak kami, mahasiswa jurusan sejarah angkatan 2024 yaitu almarhum Mohammad Jeksen,” kata Eduart.

Ia menegaskan, bahwa pihak kampus memang baru mengeluarkan pernyataan resmi pada hari ini.

Bukan tanpa alasan, langkah itu diambil agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah masyarakat.

“Perlu kami sampaikan bahwasanya memang baru saat ini pihak UNG menguarkan pernyataan secara resmi dengan tujuan agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita terkait sikap UNG di halayak umum,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eduart menjelaskan bahwa sejak kabar meninggalnya Jeksen muncul, perhatian utama pihak kampus bukan pada pemberitaan, melainkan pada pendampingan keluarga.

Ia juga memastikan, bahwa pihaknya hadir dalam setiap proses, mulai dari evakuasi jenazah hingga pemulangan ke rumah duka di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Menarik Untuk Anda :  Mengapa Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Melarang Wartawan Rangkap LSM?

“Adapun dari kemarin memang kami konsentrasi bukan untuk menjawab pemberitaan, tetapi lebih kepada bagaimana pihak kampus hadir mendampingi proses evakuasi jenazah hingga proses pemulangan jenazah ke pihak keluarga almarhum di Kabupaten Muna,” ungkapnya.

Kabar terbaru yang diterima pihak kampus, perjalanan jenazah berjalan lancar. Eduart pun turut menyampaikan perkembangan itu di hadapan awak media.

“Dan pada pagi hari ini kita sudah mendapatkan berita, Alhamdulillah perjalanan sampai dari tadi malam lancar, sudah melewati Poso. Dan apabila tidak ada halangan, insyaallah mungkin malam nanti atau paling lambat menjelang subuh itu sudah bisa tiba di Muna,” katanya.

Dalam pernyataannya juga, Eduart tak mampu menyembunyikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia menyebut Jeksen bukan sekadar mahasiswa, tetapi bagian dari keluarga besar UNG.

“Tentu sebagai pimpinan Universitas Negeri Gorontalo atas nama seluruh civitas, kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kejadian meninggalnya almarhum Mohammad Jeksen. Karen kalau ditanya, maka pribadi saya sebagai rektor tentu sangat kehilangan karena bagaimanapun juga almarhum adalah salah satu anak kami dari mahasiswa UNG,” ucap Eduart.

Tak lupa, ia mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar Jeksen mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Maka pada kesempatan ini, kita sama-sama doakan insyaallah almarhum beroleh Khusnul khatimah, beroleh tempat terbaik disisi ALLAH S.W.T,” pungkasnya. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312