Puskesmas Telaga Klarifikasi Keluhan Warga Terkait Pelayanan Yang Menyebabkan Meninggalnya Pasien

4,321

RELATIF.ID, GORONTALO__Viral di media sosial (Facebook) curhatan seorang warganet kesal dengan pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

 

Dalam curhatan tersebut akun Facebook Arif Ismail mengeluhkan pelayanan yang diduga penolakan pasien lahiran, adapun kronologis curhatan tersebut yang berhasil awak media dapatkan yaitu :

 

“So tda mau lagi mo berobat atau mo suruh periksa disini ini nyata dg bukn jaga karang² cerita

Waktu kt pe istri msh hamil drg ada tolak mo lahiran disini drg blg ti ibu lahiran saja di rs tanpa ada alasan yg jelas drg blg bgtu baru kt pe istri so ba blg pa kt drg puskes ada tolak kmri trg harus ke rs..

Kronologi yg ke dua kt pe istri ini posisi abis lahiran sc tpi so lama kluar dr rs so 3hari pas dpe hari Selasa tgl 28-11-2023 jam 01.30 pagi kt pe istri anfal akan sesak nafas baru lsg kt bawa ke puskesmas telaga sampai disna 01.45 pagi kt sampe di muka ugd puskes talaga yg ada buka 1×24 jam ada ta tutup drg pe pintu baru kt so ba cari perawat dg dokter di ruangan istirahat cmn ada ta kunci ruangan kong ada sandal di 2psg di muka pintu tda drg ba buka baru kt lanjt ba cari ruang penerimaan resep tda respon baru lnjt di ruangan bersalin drg pe pintu ada ta kunci tpi ada sandal 3 psg kt ada toki pintu ttp tda ada yg ba buka sampe kt so ba taria akan ttp drg tda buka, baru bale ba lia kt pe istri punya posisi so ta turun dri bentor dg muka so ba biru dpe mulut dg idong so ba gabu baru kt bele ulang ba taria² pa pengge drg dokter dg perawat drg ttp tda kluar kmri sdgn diparkiran dlm puskes ada drg pe oto dg motor ta parkir baru krna drg tda kluar, kt berusaha sandiri ba angkat ke pe istri di atas bentor tpi ttp tda bisa krna posisi kt cmn sndri kt berjuang sampe jam 02.05 pagi kt ba angkat sambil ba cari bantuan ttp tda baru tda lama ada om bentor dlm posisi mabo dg securiti plg dri krja da ba bantu pa kt ba angkat kt pe istri di atas bentor pa om yg ada mabo dia ada ba laju skali mo antar di rs Islam dlm perjalanan kt pe istri dpe detak jantung so melemah sampai di rs islam sekitar pukul 02.34 pagi di dpn ugd kt pe istri drg dokter dg perawat ada periksa dokter blg kt pe istri so meninggal dunia

 

Mohon kpda dinas kesehatan kab.gorontalo & DPRD KABUPATEN GORONTALO untuk di tindak lanjuti kasus ini jgn sampai ada korban lagi seperti istri saya

 

Alfatihah istriku Nur Hayati ,” curhat Arif Ismail.

 

Sontak postingan Arif Ismail tersebut kurun waktu 10 jam sudah viral dan mendapatkan 3945 tanggapan, 6460 komentar dan 8555 kali dibagikan.

Kepala Puskesmas Telaga, dr. Meliana Panter

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Telaga, dr. Meliana Panter kepada media ini ketika ditemui diruang kerjanya menjelaskan kronologis yang sebenarnya terjadi. Dirinya mengatakan bahwa tidak ada kata penolakan sesuai yang disampaikan dipostingan facebook yang sudah viral tersebut.

 

“Setiap pasien yang dlayani itu kami berikan penjelasan disetiap tindakan dan pasien juga sudah melakukan tandatangan bahwa sudah menerima penjelasan untuk kondisinya dan rencana pelayanannya yang harus kita berikan dan harus dilaksanakan oleh yang bersangkutan,” jelasnya. Sabtu (02/12/2023).

 

Lebih lanjut, dr. Meliana mengungkapkan bahwa pasien atas nama Nur Hayati ini merupakam seorang bidan yang beralamatkan di Desa Bulota yang notabenenya masuk diwilayah Puskesmas Telaga Jaya.

 

“Yang bersangkutan beberapa kali melakukan pemeriksaan di sini (Puskesmas Telaga,read), setelah dilakukan pemeriksaan beberapa kali dan yang kami temukan pasien dalam kondisi normal. Yang bersangkutan juga beberapa kali datang dengan keperluan untuk meminta surat keterangan sakit dengan alasan dia dalam kondisi hamil agak susah masuk kerja. Itu yang kita layani, pemberian surat sakit dan pemeriksaan ANC (pelayanan pemeriksaan yang ditujukan kepada ibu hamil untuk memastikan bahwa ibu serta janin dalam kondisi sehat selama masa kehamilan) beberapa kali,” ungkap dr. Meliana.

 

Dirinya mengatakan, bahwa pada pemeriksaan ANC terakhir kali, petugas melihat pasien dalam kondisi klinisnya tidak normal.

 

“Petugas sampaikan kepada pasien, bahwa kalau dilihat dari pemeriksaan lab, ibu dalam batas normal, tapi secara kasatmata kita lihat ibu ini ada sesuatu yanh harus ada pemeriksaan lanjutan dan apalagi ibu seorang bidan dan kebetulan mengabdi di RS Dunda . Kami sarankan ibu kalau persalinanya bisa di rumah sakit dan kalau dilihat ini ada tanda – tanda resiko dan mungkin saat ini belum muncul, bisa saja muncul pada pasca melahirkan dan sudah kita jelaskan kepada pasien serta pasien sudah melakukan tandatangan dan suratnya itu ada serta setiap status itu ada suratnya dan tandatangan pasien serta dokter yang melakukan pemeriksaan. Jadi kalau dikatakan kami menolak berarti selama ANC kami tolak,” Katanya.

 

Disinggung soal fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh pasien tersebut, Kapus Meliana mengatakan bahwa seharusnya ibu hamil tersebut sesuai dengan wilayahnya untuk memudahkan pemantauan.

 

“Kan tidak mungkin petugas atau bidan di Puskesmas Telaga melangkahi wilayahnya orang, tapi yang bersangkutan lebih memilih kami jadi kami melayani dan tidak mungkin kami tolak dan pasien ini sudah memindahkan faskesnya ke kita. Tapi pada aturanya ibu hamil diluar dari faskesnya harus kembali ke wilayahnya untuk memudahkan kordinasi pemantauan dirinya dan kalau tidak salah, yang bersangkutan ini juga baru pindah dari Samarinda,” Ujarnya.

 

 

dr. Meliana menegaskan, bahwa sekali lagi tidak ada penolakan dari pihak Puskesmas Telaga berdasarkan fakta – fakta yang ada.

 

“Pertama, tidak ada penolakan dibuktikan dengan pelayanan ANC awal hingga akhir. Kedua, dikatakan tidak ada kejelasan bahwa kami menyuruh yang bersangkutan harus ke rumah sakit tanpa ada kejelasan, itu tidak benar pak, apalagi dia seorang petugas kesehatan dan bidan seharusnya momunikasinya lebih mudah dari pada kita komunikasi dengan masyarakat bias. Ketiga, suaminya mengantar kan, ya saya tidak tahu, tidak mungkin hubungan istri kepada suami tidak disampaikan kan Tapi seharusnya itu ada komunikasi,” Tegasnya.

 

Kalrifikasi soal tidak ada petugas medis saat berkunjung pada dini hari.

 

Menurut penyampaian dr. Meliana Panter, bahwa yang bersangkutan ini kemungkinan cuman sampai didepan UGD dan ruang tunggu.

 

“Kondisi ruangan kita kan, kedalam dan melebar dan kemungkinan dirnya memanggil bertepatan dengan sura bising kenderaan didepan jadi tidak terdengar sampai kebelakang, dibagian belakang itu ada dua orang bidan stand by diruang persalinan dan perawat yang satunya lagi sementara mengganti tabung oksigen hampir di jam bersamaan ada warga hulawa yang pinjam dan butuh tabung oksigen, karena riwayat jantung dan sering sesak nafas, sementara ruangan pengabilan tabung oksigenya diatas. Tapi petugasnya meninggalkan catatan diatas meja UGD, bahwa petugasnya saat ini berada di ruangan persalinan,” Paparnya.

 

“Dan petugas pada saat itu tidak ada yang tidur, dari kami selaku penanggungjawab Puskesmas Telaga pertama – tama memohonkan maaf atas insiden ini dan dari faskes sudah berusaha maksimal dan itu kan diluar kendali kami, disaat pasien datang tidak bertepatan dengan petugas kami berada di UGD dan ini kami jadikan pengalaman serta pelajaran kedepanya lebih baik lagi,” Tutur dr. Meliana.

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab