Mahasiswa Pertanyakan Proses Laporan Ifana Abdurrahman, Safrudin Bano: Kami Belum Melihat Bukti

414

RELATIF.ID, GORONTALO___ Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo, Audiens bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gorontalo, terkait Panitia Khusus (Pansus) aduan Ifana Abdulrahman.

Audiens yang berlangsung di ruang Dulohupa DPRD Kabupaten Gorontalo tersebut terungkap bahwa beberapa fraksi dan anggota DPRD lainnya belum melihat bukti dari aduan Ifana Abdulrahman.

Saat audiensi mahasiswa dengan komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo.

“Sampai sekarang, saya belum pernah melihat itu (read bukti ifana) atas nama fraksi saya, disposisi ke kami pun jika ada aduan ataupun aspirasi disposisi di komisi I selama ini tidak pernah ada terhadap polemik ifana,” ungkap ketua komisi I, Syarifudin Bano dihadapan mahasiswa, Selasa (27/09/2022).

Anggota legislatif dari dapil Boliyohuto Cs ini menegaskan, jika bukti pelapor sudah diterimanya dan berpotensi rusaknya nama daerah Kabupaten Gorontalo, maka dirinya siap akan tampil terdepan meskipun resikonya harus di Pergantian Antara Waktu (PAW).

“Saya belum tau apakah fraksi-fraksi dan yang sudah menandatangani surat sudah memiliki data atau tidak, cuma yang di kami fraksi Demokrat belum menerima itu.” tegas Safrudin.

“Tetapi jika saya di sodori data saat ini, dengan bukti-bukti yang ada, walaupun perintah ketua fraksi jangan saya siap di PAW. Itu pernyataan saya pribadi,” Tambahnya.

Ditempat yang sama Ketua Fraksi PPP, Jayusdi Rivai yang juga sebagai anggota komisi I senada dengan Ketua Komisi I, bahwa selama ini dirinya belum menarima bukti dari aduan Ifana tersebut.

“Ketika ini terbukti di pengadilan bahwa yang bersangkutan melakukan perjinahan dan sebagainya, maka saya siap menandatangani surat tersebut, walaupun satu partai dengan saya, yang penting sudah ada putusan dari pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap bahwa yang bersangkutan melakukan hal tersebut,” ungkap Jayusdi.

“Ingat sumpah janji jabatan, disitu dikatankan bahwa melanggar perundang-undangan. Bukan tafsir, bukan asumsi dan bukan isu. Dan jika siapa yang melakukan tindak pidana, dan jika putusannya sudah ingkrah, maka tidak ada alasan DPRD untuk menghalang-halangi.” Lanjutnya.

Sementara itu, Presiden BEM Universitas Gorontalo, Man’ut Ishak menegaskan, akan terus mengawal perkembangan kasus daerah termasuk yang lagi viral laporan Ifana Abdurrahman ke DPRD.

“Ini akan terus kami kawal hingga masalah ini benar-benar tuntas, yang pasti kami akan datang lagi. Apa lagi masalah ini sudah menjadi pembahasan di tengah masyarakat karena diduga melibatkan pejabat daerah”,tegas Man’ut.

Untuk diketahui, Audiens Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gorontalo dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Limboto bersama DPRD Kabupaten Gorontalo adalah kelanjutan dari demo kemarin, bahwa minggu ini adalah minggu terakhir mediasi yang diminta oleh Ifana.(Ay/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab