Ratusan Mahasiswa Universitas Gorontalo Geruduk Kantor Kejaksaan Negeri Dan DPRD Kabupaten Gorontalo

325

RELATIF.ID, GORONTALO__Ratusan mahasiswa Universitas Gorontalo turun kejalan geruduk kantor Kejaksaan Negeri dan DPRD Kabupaten Gorontalo, Kamis (01/09/2022).

Ratusan mahasiswa Universitas Gorontalo saat unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo.

Kedatangan ratusan mahasiswa itu bukan tampa sebab, pasalnya saat ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo sementara menangani kasus tindak pidana korupsi terkait BUMD PT. Global Gorontalo Gemilang.

Dan untuk di DPRD sendiri masa aksi meminta setiap kebijakan pemerintah harus benar-benar dilakukan pengawasan termasuk dana PEN yang saat ini masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan.

Bukan hanya itu saja, masa aksi juga mendesak DPRD Kabupaten Gorontalo untuk menyelesaikan semua masalah dengan mengedepankan keterbukaan untuk setiap fungsi DPRD.

“Kami minta Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo selesaikan masalah yang beberapa waktu lalu sudah naik tahap penyidikan”,ujar Presiden BEM-UG, Man’uth M. Ishak lewat orasinya.

Pihaknya, juga meminta Kejaksaan tak mengulur waktu dalam penetapan tersangka. Bahkan masa aksi menegaskan, akan kembali lagi dengan jumlah masa lebih besar jika belum selesai masa korupsi di Kabupaten Gorontalo.

“Kami akan kembali dengan masa yang lebih banyak dari yang ada hari ini, ketika masalah korupsi di Kejaksaan belum selesai”,tegas Man’uth.

” Kalau kepala Kejaksaan tidak mampu selesaikan masalah korupsi di Kabupaten Gorontalo, silakan angkat kaki dari bumi serambi madina ini”,Tegasnya.

Sementara itu, koordinator lapangan, Misran Male yang didampingi Maskun Nuna meminta, DPRD Kabupaten Gorontalo menolak semua kebijakan yang tidak pro rakyat. Dan juga selesaikan masalah daerah.

“Sebagai perwakilan rakyat kami minta DPRD menolak segala bentuk kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, termasuk kenaikan harga BBM dan berantas mafia migas”,pinta Misran Male.

” Kami juga meminta selesaikan masalah yang membuat gaduh daerah saat ini, perihal kedatangan wanita berhijab ke lembaga terhormat DPRD “,Tambahnya.

Selain itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Ninin Armiyanti Natsir menegaskan, jika pihaknya terus berkomitmen membumi hanguskan koruptor di Gorontalo.

” Untuk kasus BUMD Gemilang sementara berproses dan kami masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP “,tegas Ninin.

Dikantor DPRD, saat menerima masa aksi ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T. Ase menyampaikan, apresiasi pada seluruh mahasiswa yang telah mengawal seluruh pembangunan di Kabupaten Gorontalo.

” Atas nama pimpinan DPRD saya menyampaikan terimakasih atas kedatangan rekan-rekan mahasiswa, yang pasti apa yang di aspirasi kan akan kami tindaklanjuti,”ucap Syam. T Ase.

“Untuk wanita berhijab yang datangi DPRD sementara diproses, karena setiap yang datang melapor ke DPRD tidak ada hak untuk DPRD menolak.” Tutupnya.(Ay/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab