Masalah Tanah Kembali Bergulir, PT. PG Gorontalo Unit Tolangohula Diminta Tunjukkan Sertifikat HGU

108

RELATIF.ID, GORONTALO__Klaim PT. PG. Gorontalo Unit Tolangohula atas tanah di kawasan bantaran sungai, tepatnya di Desa Bongo Tua, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo kembali bergulir.

Hal itu berdasarkan Surat Undangan Klarifikasi nomor: B/655/VIII/Res.1.24/2021/Reskrim, tertanggal 10 Agustus 2021, dari Kepolisian Resor (Polres) Boalemo kepada masyarakat desa setempat.

Dalam surat itu tertuang Laporan Polisi nomor: LP/93/VIII/Res.1.24/2019/SPKT/Res-Boelameo, 19 Agustus 2019, tentang adanya dugaan tindak pidana penyerobotan tanah, yang dituduhkan kepada masyarakat desa setempat yang telah puluhan tahun menggarap lahan tersebut.

Surat dari penyidik Polres Boalemo pada masyarakat (dok/istimewa)

Olehnya, salah satu masyarakat Desa Bongo Tua yang juga sebagai penggarap lahan tersebut, Yasin T. Haka menjelaskan, lahan dengan luas 15.5 Hektar itu berada di sepanjang sungai yang membatasi 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo.

“15.5 itu semua, berada disepanjang bantaran sungai,” ujarnya, Sabtu (04/09/2021).

Sementara itu, Aktivis Greenleaf Gorontalo, Anto Margarito menegaskan, seharusnya persoalan tersebut sudah selesai jika pihak PT PG Gorontalo Unit Tolangohula bisa menunjukan bukti sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) kepada masyarakat penggarap tersebut.

“Seharusnya masalah ini sudah selesai kalau pihak PT PG bisa menunjukkan bukti sertifikat HGU kepada masyarakat Bongo Tua (penggarap_red), kalau memang benar kawasan bantaran sungai itu masuk dalam peta hak HGU atas nama PT PG,” tegas Anto

Dirinya juga mengatakan, masyarakat penggarap itu pun akan bersedia meinggalkan lahan tersebut, jika pihak PT PG Gorontalo Unit Tolangohula mampu membuktikan, bahwa kawasan bantaran sungai tersebut masuk pada sertifikat HGU.

“Tidak perlu harus menakut-nakuti masyarakat. Dari awal mereka sudah tegaskan, bahwa mereka bersedia meninggalkan lahan tersebut kalau klaim itu bisa dibuktikan oleh pihak PT PG dengan membawa bukti-bukti yang mana kawasan bantaran sungai itu masuk dalam peta HGU milik PT PG,” kata Anto Margarito.(Win/Relatif.id)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab