RELATIF.ID, GORONTALO – Kabupaten Gorontalo masih bergulat dengan kemiskinan. Sejumlah program lintas sektor dijalankan, tetapi tantangannya belum juga surut. Pemerintah daerah pun mencoba berbagai strategi untuk menekan angka kemiskinan yang masih tergolong tinggi.
Langkah-langkah konkret terlihat di banyak lini. Dinas Sosial, misalnya, terus menyalurkan bantuan langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Sementara Dinas Koperasi menyasar sektor ekonomi kecil dengan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Satuan kerja lain juga digerakkan untuk menjangkau lapisan masyarakat paling rentan.
Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, menyebut bahwa intervensi pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan lewat program bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Menurutnya, dua program itu menjadi upaya nyata dalam mengurangi jumlah warga kurang mampu, khususnya di tingkat kecamatan dan desa.
“Bidang pertanian juga merupakan sektor potensial yang dapat dimaksimalkan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Jika dikelola dengan baik, sektor ini mampu menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zulfikar, Selasa (27/5/2025).
Ia mendorong agar Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo memberi perhatian lebih pada pengembangan sektor pertanian. Salah satu bentuk nyatanya adalah penyediaan bibit dan pupuk secara maksimal bagi para petani, yang hingga kini masih menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan.
Sebagai mitra pemerintah, DPRD Kabupaten Gorontalo menyatakan komitmennya untuk mendukung dan mengawal setiap program yang berkaitan dengan pertanian. Fokus utamanya adalah menyukseskan program swasembada pangan nasional. Zulfikar optimistis, dengan potensi lahan pertanian yang luas, sektor ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan jika dimanfaatkan secara optimal.
Penulis: Beju



