RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo memastikan layanan perlindungan perempuan dan anak melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), tetap siaga selama 24 jam untuk merespons laporan masyarakat.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat menyambut kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, yang meninjau langsung operasional kantor UPTD PPA Kabupaten Gorontalo, Rabu (4/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sofyan didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie bahkan turut hadir dalam kunjungan tersebut.
Sofyan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian PPPA, atas dukungan terhadap pengembangan fasilitas pelayanan perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Gorontalo.
Menurutnya, fasilitas yang telah dibangun melalui dukungan pemerintah pusat tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan dan mempercepat penanganan pengaduan masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat, terutama Kementerian PPPA RI, yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan UPTD di Kabupaten Gorontalo. Fasilitas ini telah kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya, termasuk menghadirkan layanan siaga aktif 1×24 jam untuk merespons cepat setiap aduan di tengah masyarakat,” ungkap Sofyan.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.
Ia menjelaskan, rangkaian agenda di Gorontalo sebelumnya telah diawali dengan rapat koordinasi Posyandu, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), hingga deklarasi komitmen Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Saat meninjau UPTD PPA Kabupaten Gorontalo, Arifatul menyebut fasilitas tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.
“Hari ini saya mengunjungi UPTD yang merupakan DAK fisik dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Gorontalo. Dari pantauan kami, infonya semakin banyak masyarakat yang berani berbicara dan berani melapor ketika melihat atau mengalami kekerasan,” ujar Arifatul.
Menteri PPPA juga mengungkapkan bahwa pihaknya berkoordinasi langsung dengan jajaran UPTD PPA terkait penanganan salah satu kasus khusus yang sedang ditangani di Kabupaten Gorontalo.
Ia berharap fasilitas dan infrastruktur yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga masyarakat semakin mudah mengakses layanan perlindungan perempuan dan anak.
“Mudah-mudahan fasilitas ini dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Beju)


