RELATIF.ID, GORONTALO – Menuju Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke XVII tahun 2026, Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo, Tonny S. Junus, menegaskan pentingnya ketersediaan air bersih untuk 30 ribu peserta.
Hal itu ia sampaikan saat meninjau langsung lokasi persiapan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII, Rabu (4/3/2026).
Dalam peninjauan lokasi, Wabup tidak sendiri, ia ditemani Asisten II, Kepala Dinas PUPR, serta perwakilan Balai Penataan Bangunan Prasarana Kawasan Gorontalo guna memastikan kesiapan infrastruktur dasar.
Bahkan disela-sela peninjauan itu, Tonny memberi perhatian serius pada kesiapan air bersih dan sistem sanitasi. Sebab, menurut dia, dengan estimasi peserta mencapai 30 ribu orang, kebutuhan layanan dasar dinilai menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan.
“Melayani tamu Penas sekitar 30 ribu orang membutuhkan pasokan air bersih yang stabil dan sistem pengelolaan limbah yang memadai. Ini menyangkut kenyamanan dan kesehatan peserta,” tegasnya.
Wabup juga mengingatkan agar BPB-PK segera menindaklanjuti proposal teknis yang telah diajukan Pemerintah Kabupaten Gorontalo kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Dalam proposal tersebut, penguatan infrastruktur air bersih dan sanitasi menjadi salah satu prioritas utama.
Pemkab Gorontalo berharap, sinkronisasi antara data lapangan dan usulan ke pemerintah pusat dapat segera dilakukan agar pekerjaan fisik berjalan tepat waktu sebelum pelaksanaan Penas XVII.
Tonny menambahkan, penataan kawasan Penas tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga pada daya dukung prasarana dasar yang mampu mengantisipasi lonjakan konsumsi air serta pengelolaan limbah selama kegiatan berlangsung.
Sinergi antara Pemkab Gorontalo dan balai teknis Kementerian PU diharapkan menjadi kunci sukses penyelenggaraan Penas XVII serta pelayanan optimal bagi petani dan nelayan dari berbagai wilayah di Indonesia. (Beju)



