RELATIF.ID – Berbagai macam aktivitas dilakukan oleh masyarakat dalam meramaikan pelaksanaan Gebyar Ketupat yang sudah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Gorontalo, seperti halnya Panjat Pinang, Panjat Pisang, lomba lari karung, lari kelereng dan berbagai permainan yang dapat diikuti oleh masyarakat baik dari anak-anak hingga orang Dewasa.
Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Masyarakat Desa Datahu Kecamatan Tibawa, dimana ajang yang menjadi kegiatan rutin tahunan, tepatnya H+ 7 Hari Raya Idul Fitri. pada, Minggu (39/04).
Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat, dimana telah berhasil melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan 1444 H dan puasa sunnah Syawal, selain tradisi Ketupat adapun Panjat pinang yang di selenggarakan oleh Remaja Masjid Al Bayyan Desa Datahu yang di sponsori oleh Bapak Jhon Akse dan Bapak Sahmid Hemu.
“Kegiatan ini sangat baik dan mampu meningkatkan dan mempererat jalinan silaturahmi serta menjaga kerukunan diantara kita,” ucap Wakil Bupati Gorontalo Hendra Hemeto, S.T.,M,Si saat menghadiri dan menyaksikan secara langsung pelaksanaan Panjat Pinang tersebut.
Dikatakan oleh Hendra, Disisi lain kegiatan ini sangat bagus untuk menjalin kerukunan dan ketentraman. Karena seluruh masyarakat ikut ambil bagian mulai dari usia anak, pelajar hingga dewasa, sehingga budaya seperti ini terus dilestarikan.
“Gebyar Ketupat merupakan tradisi turun temurun dan ini perlu dipelihara. Oleh sebab itu Pemkab akan lebih memperhatikan serta mensuport bahkan akan dilakukan pembinaan agar semua ini bisa menjadi lebih baik kedepannya,” pungkasnya.
Pewarta Dhedy Henga



