Penulis : Rinto Nurkamiden Napu,S.Pd,MH
RELATIF.ID, GORONTALO__Pemilu 2024 merupakan Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia mari Sukseskan Pemilu tertib, aman, damai, berkualitas, berintegritas, LUBER dan Jurdil, sehingga melahirkan Pemimpin yang amanah demi Kepentingan Rakyat Indonesia.
Pemilu serentak ini mari jadikan momen yang sakral untuk memilih wakil wakil rakyat dan Pemimpin,mari berpartisipasi yang baik Karena Selemah-lemah berpartisipasi dalam pemilu adalah hanya menggunakan hak pilih suara, Jadilah pemilih berdaulat, gunakan hak suara kita jangan golput, satu suara menentukan dan melahirkan seorang pemimpin kedepan. Satu suara kita menentukan nasib daerah dan Negara kita lima tahun ke depan olehnya Gunakan hak suaranya untuk memilih dengan hati penuh cinta dan kedamaian.
Mari seluruh Elemen Masyarakat Sukseskan Pemilu 2024. dengan Pemilu Bermartabat dan berintegritas baik dari penyelenggaranya, para peserta Politik ( Calon) dan Pemilih. Sehingga pesta demokrasi kita berjalan aman,Damai dan lancar.
Penyelenggara adalah tulang punggung suksesnya pilkada. Maka harga mati untuk independensi bagi penyelenggara. Dan yang paling penting Semua peserta kampanye harus memahami dan mematuhi peraturan dan tahapan dalam proses Pemilu. Peserta Politik taat dan patuh pada perundang-undangan menciptakan kampanye yang damai, bersih, dan demokratis dan jauh dari Praktek Money Politic.
jangan saling mencaci maki, menyalahkan satu sama lain.
Paslon, tim kampanye, dan para pendukung juga harus memotori semangat persatuan dan persaudaraan, menciptakan pemilu berintegritas berkualitas sehingga terwujudnya Demokrasi Pemilu Jujur dan Adil.
penyelenggara pemilu : Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menempati posisi strategis sebagai pilar penting demokrasi harus bersikap netral dan berintegritas agar melahirkan pesta demokrasi sehat aman dan damai.Proses transparansi dan Akuntabilitas harus dijalankan dan di kedepankan sehingga apa yang menjadi selera rakyat yang mencintai demokrasi aman dan damai terpenuhi.
Dan paling penting peserta Politik dan para pendukung nya menjadikan Pemilu Adem yang menghadirkan perang program serta adu visi dan misi yang berqiblat pada kepentingan Rakyat.
Bung Karno pernah mengatakan : Politik bukanlah perebutan kekuasaan bagi partainya masing-masing, bukan persaingan untuk menonjolkan ideologinya sendiri-sendiri tetapi politik untuk menyelamatkan dan menyelesaikan revolusi Indonesia (“-Ir. Soekarno) .
Perbedaan pendapat dari Peserta politik dan pendukung nya serta pilihan adalah makna dari demokrasi. Perbedaan pendapat, pandangan ataupun pilihan politik, sejatinya merupakan bentuk kebebasan seseorang dalam menentukan pilihannya. perbedaan pilihan itu adalah suatu hal yang manusiawi. Negara ini di bangun dengan berbagai aneka ragam . Perbedaan inilah yang memberi warna dan menjadikan indah. Sehingganya di moment Pemilu ini perbedaan dijadikan warna untuk menarik simpati dengan menampilkan program program yang berpihak kepada Rakyat. Bangun Pemilu ini dengan suasana Damai.
Pemilu merupakan sarana untuk memilih wakili wakil rakyat serta menghasilkan pemimpin yang amanah, jujur dan bertanggungjawab.
Oleh nya, sangat besar harapannya dalam proses Pemilu ini jangan sampai diwarnai ucapan,perbuatan dan perilaku yang saling membenci satu dengan yang lain. Perbedaan itu indah Ingat, dalam kehidupan sehari-hari kita selalu diwarnai perbedaan.
Berbeda soal pilihan itu Lumrah, dan sah sah saja, akan tetapi berbeda karena sentimentil itu membuat perpecahan dan kekacauan.Keabsahan berbeda dalam pilihan politik merupakan bagian hak-hak asasi manusia.
Dengan maraknya postingan postingan di dunia maya baik Facebook dan WA, jangan kita terbawa arus untuk menebar kebencian,Terprovokasi demi sebuah warna, demi sebuah kenginan dan cita cita, kebencian seringkali membuat orang semakin jauh arti sebuah persahabatan dan persaudaraan. Sehingganya perlu kesadaran dan komitmen semua pihak untuk mengakhiri Kebencian kontestasi sesaat ini. Tidak perlu saling membenci hanya karena berbeda pilihan politik. Mari Generasi milenial yang memang sudah familiar dengan kecanggihan teknologi, harus aktif dalam menyebarkan informasi yang valid, penuh inspirasi dan tidak mengandung Hoax dan kebencian. Postinglah pesan-pesan perdamaian. Dan implementasikan pesan damai itu dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah penyebar perdamaian, agar Provnsi Gorontalo kedepan dibawah Simbol Bumi serambi Madinah aman,damai dan tentram.
Siapa pun Calon dan Figurnya calon wakil wakil rakyat dan Calon pemimpin kedepan semuanya orang orang hebat, orang orang pilihan,Orang-orang Cerdas dalam berfikir dan bertindak dan bekerja untuk kepentingan Rakyat, Siapa pun yang terpilih kedepan ini merupakan skenario Tuhan yang sudah ditetapkan untuk menentukan siapa pemimpin kedepan, Siapa pun Pemenangnya sudah ketetapan Ilahi Sang Kuasa.
Pemilu Cinta damai, Perbedaan Itu Indah
Perbedaan itu indah ” Peace is Beatiful, dalam perhelatan Pemilu perbedaan ini mari kita jadikan lebih pada subtansi Pemilu untuk melahirkan Pemimpin yang bermartabat, Pemimpin yang berintegritas yang dibungkus dengan pemikiran pemikiran Inovatif serta etika kepemimpinan berdasarkarkan ide ide dan gagasan yang Pro Rakyat.
Berbeda dalam soal pilihan itu Hak demokrasi absolut, akan tetapi perbedaan menciptakan dan melahirkan kegaduhan itu sangat mencederai demokrasi. Perbedaan dalam pilihan merupakan Hak asasi Manusia dan dijamin dalam UUD 45. jangan sebuah episode Pemilu ini mencederai pertemanan, persahabatan, Keluarga bahkan persaudaraan.
Ini hanya sebuah Word game atau bagian dari Drama Dunia yang sudah diGariskan Tuhan siapa yang akan Memimpin kedepan. Oleh nya, dibutuhkan Politik yang santun,Politik yang Cinta Damai dan No Money Politic.
Sikap kedewasaan Politik pribadi kita masing-masing masing harus di tanamkan, kedewasaan untuk mengintropeksi Diri dalam menghadapi Pemilu, saling menghargai dan saling mendukung antara Paslon yang satu dengan yang lainnya. Sehingga tidak memunculkan tindakan Kontraproduktif,permusuhan dan Kekacauan.
Perbedaan adalah seni pilihan dalam mengukir sebuah nama didalam hati. Mari perbedaan ini dijadikan sebuah Anugerah,untuk lebih dekat antara satu dengan yang lainnya dan sangat naif kita perhelatan Pemilu ini membuat kita jauh atau renggang satu sama lain nya, berbeda pilihan itu biasa dalam demokrasi , tampa harus saling membenci, karena kebersamaan, kesatuan dan kerukunan adalah hal utama dan diatasnya segalanya. Jorge Luis Borges, pengarang terkemuka Argentina, menulis dalam A Pedagogy of Hatred” bahwa “unjuk kebencian itu lebih tak senonoh ketimbang perilaku eksibisionisme” dan menandaskan bahwa “mengajarkan kebencian adalah kejahatan.
Berangkat dari Narasi diatas mari jadikan Pemilu ini moment untuk mengenal satu sama lain nya, lebih mempererat Hubungan satu sama Lainnya yang dibaluti dengan rasa cinta dan Kasih Sayang. Agar tidak ada ruang untuk saling membenci, berkonflik dan memutuskan Hubungan persaudaraan. Mahatma Ghandi : Dimana ada cinta disitu ada Kehidupan. bangun kehidupan dengan rasa Cinta. Cinta persaudaraan Ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathoniyah. Sehingga Cinta menjadi kekuatan moral ( moral force). Perbedaan yang dilandasi cinta membuat kontestasi Pemilu aman sejuk dan Damai. Dengan Kekuatan Cinta akan Meluluhkan ke Egoisan Masing masing dan lebih mencerdaskan dengan program program dan Visi Misi.
Apa pun hasilnya kedepan, kita tetap harus berpegang pada semangat Cinta dan ukhuwah. Pemilu penting, tetapi yang lebih penting adalah persatuan kita sebagai satu Daerah Provinsi Gorontalo Bumi Serambi Madina.
Mari kita bangun politik Yang santun Tampa kebencian, sukseskan Pemilu damai dan Salam kompak Selalu (Oemar Bakrie).



