RELATIF.ID, POHUWATO – Polemik pemberhentian Kepala Lingkungan Kelurahan Pentadu, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, nampaknya sampai di tataran parlemen bumi panua.
Ini dapat dilihat saat komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato menggelar rapat dengar pendapat (RDP), ihwal penonaktifan Linda Albakir, dari Kepala Lingkungan Kelurahan Pentadu.
RDP itu dipimpin langsung Wakil Ketua II DPRD Pohuwato, Nirwan Due, serta didampingi ketua Komisi I, Amran Anjulangi dan anggota komisi I Otan Mamu, bertempat di Ruangan Rapat DPRD, Senin (26/6/2023).
Nampak hadir dalam RDP tersebut yakni, Kadis PMD, Refly Basir, Kabang Tapem, Camat Paguat, Ikbal Mbuinga, Lurah Pentadu, Yusuf Lamusu, serta masyarakat Kelurahan Pentadu bersama Linda Albakir.
Otan Mamu selaku anggota komisi I mengaku, RDP tersebut sempat berjalan alot baik antara masyarakat maupun pemerintah kelurahan Pentadu, hingga anggota DPRD Pohuwato itu sendiri.
Otan menambahkan, ada beberapa poin yang sempat diperdebatkan dalam rapat mengenai pemutasian seorang Kepala Lingkungan tersebut.
“Jadi ini poin-poin yang kita bahas tadi, tapi Alhamdulillah sudah terjadi kesepakatan dan kemufakatan antar pihak keluarga besar dengan pihak Kelurahan dan Pemerintah itu sendiri,” ungkap Aleg Otan Mamu Dapil Paguat-Dengilo itu.
Meski begitu, politisi partai PKS ini mengatakan polemik tersebut telah mencapai kesepakatan, dengan kebesaran hati pihak keluarga menyampaikan harapan-harapan agar ini mejadi bahan intropeksi dan evaluasi pemerintah perihal masalah mutasi.
“Cuman memang dari pernyataan pihak keluarga tadi yaitu soal masalah pemalsuan tanda tangan, itu yang sudah dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini kepolisian, dan pihak keluarga juga menyampaikan sudah tidak bisa menarik laporan tersebut karena sudah masuk,” tambah Otan.
Lebih lanjut kata Otan, berdasarkan surat keputusan (SK) yang disampaikan Pemerintah Kecamatan Paguat, yang berangkutan Linda Albakir telah dimutasi ke kader kesehatan.
“Jadi roling ini bukan diberhentikan, tapi dimutasi ke tempat kerja yang lain. Tadi juga kita sudah memberikan kesempatan dan menanyakan keinginan beliau seperti apa, beliau sampaikan yang jelas tidak ingin lagi kembali ke tempat tugas sebelumnya,” pungkas Otan.
Pewarta : Guslan Kaco



