RELATIF.ID, GORONTALO__Setelah berlangsung beberapa hari event World Coconut Day tahun 2023 di Kabupaten Gorontalo resmi ditutup oleh Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo. Senin malam (25/09/2023).
Pelaksanaan World Coconut Day selama 5 hari ini diwarnai dengan beragam kegiatan yang mempromosikan kelapa hingga investasi juga pencanangan penanaman kelapa dunia. Dan kegiatan ini sendiri merupakan pertaruhan Bupati Gorontalo dimata dunia.
Dan 20 delegasi negara peserta yang tergabung dalam ICC (Internasional Coconut Comunity) menjadi saksi sejarah, gelaran sekelas dunia pun mampu dilakukannya di Kabupaten Gorontalo. Sekali lagi bahwa Bupati Gorontalo yang bergelar Profesor itu mampu membuktikan kehebatannya melalui kegiatan level internasional di tahun ini.

Dan selanjutnya untuk pelaksanaan World Coconut Day tahun 2024 bendera kebesaran ICC diserahkan oleh Bupati Gorontalo ke Negara Papua New Guinea Nugini.
Dalam sambutannya Bupati Nelson Pomalingo menyampaikan, atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dimana Gorontalo ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Word Coconut Day tahun 2023
“Suksesnya WCD di Kabupaten Gorontalo tak lepas karena dukungan yang diberikan Pemerintah Pusat, Provinsi, ICC (International Coconut Conference), LTKL (Lingkar Temu Kabupaten Lestari) Kabupaten/Kota, para Pengusaha, UMKM dan akademisi,” ujar Nelson.
Bupati dua periode ini mengatakan, bahwa kegiatan ini memiliki hasil yang inspiratif terlebih buat Gorontalo, maupun Indonesia dalam membangun perkelapaan bahkan peningkatan investasi.
“Manfaat langsung digelarnya iven ini sebanyak 20 miliar dan tidak langsung sebanyak 23 miliar dan investasi yang akan ditindaklanjuti sebesar 600 miliar dari target investasi untuk Gorontalo kurang lebih 1 triliun,” Katanya.
Disisi lain tambah Nelson melalui World Coconut Day ini menumbuhkan kerjasama atau kolaborasi antara pebisnis, pemerintahan, akademisi, mahasiswa, pemuda termasuk petani yang melibatkan UMKM dan Koperasi.
“Sehingga lahir road map jangka menengah dan panjang bagi dunia perkelapan yang dirumuskan oleh Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (KOPEK) sebagai masukan kepada Pemerintah Pusat”. Tambahnya.

Pihaknya juga menjelaskan, event WCD ini melahirkan Taman Kelapa Dunia sebagai bagian dari konservasi bagi plasma nutfah kelapa, untuk edukasi, riset dan juga tempat wisata.
“Namun yang paling membanggakan pada kegiatan ini adalah Festival Budaya Karawo, Kuliner berbahan dasar Kelapa maupun Jagung melalui komoditas ini modal untuk membangun Gorontalo,” Ujar Nelson.(Win/Relatif.id).



