Tak Capai Volume 300 Meter, Warga Desa Upomela Kecamatan Bongomeme Soroti Pekerjaan Selokan

727

RELATIF.ID, GORONTALO___Warga Desa Upomela, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo soroti pekerjaan Selokan/ yang ada di Dusun Tomula dengan anggaran sebesar Rp. 178.042.000,- sumber dana APBN Dana Desa Pelaksana PK Desa Upomela, Volume 300 meter.

Papan Informasi Pekerjaan.

Pasalnya, pekerjaan selokan yang seyogyanya memiliki panjang 300 meter ini tidak sesuai realisasi lapangan, namun anggaran sudah terealisasi 100 persen sejak 2021.

Menurut warga Dusun Tomula, Rasyid Paramata (55) seharusnya Drainase atau selokan ini rampung 300 meter yang terealisasi 287 meter namun anggaran sudah diserap untuk 300 meter pekerjaan.

“Ini aneh pak, setelah kami ukur ini tidak mencapai 300 meter, dan pekerjaannya hanya seperti ini. Dan dari sekian banyak praktek busuk ini yang terang di mata kami”,jelas Rasyid saat di wawancarai, Sabtu (05/02/2022).

Dengan kurangnya volume pekerjaan ini kata Rasyid pemerintah desa saat ditanyakan warga hanya beralasan karena adanya banjir, Namun setahunnya banjir hanya sekali dan tidak mempengaruhi pekerjaan.

“Banjir memang ada satu kali tapi tidak mempengaruhi pekerjaan selokan ini, karena kami hanya masyarakat jika sudah ada pernyataan dari Desa begitu kami bisa apa cukup pasrah saja”,ungkap Rasyid yang akrab disapa Kapu Anten ini.

Rasyid Paramata/Kapu Anten saat menunjukkan lokasi pekerjaan selokan di Desanya yang tidak mencapai volume.

Senada dengan Kapu Anten, yang juga warga Dusun Tomula, Pulu Hasim (43) menerangkan, untuk HOK sendiri diketahui jumlah anggarannya kurang lebih 50 juta namun yang dibayarkan hanya 3 juta.

“Anggaran sudah habis, HOK itu pembersihan kurang lebih 50 juta sekian yang kami tau persis hanya 3 juta kami terima kemudian sudah di anggap selesai”,terang Pulu.

” Kami berharap pada penegak hukum bisa melirik Desa Upomela ini pak, ada banyak sebenarnya praktek yang menurut kami menyimpang tapi apa daya kami”,lanjut pulu.

Ditempat yang terpisah, Kepala Desa Upomela, Dasma Dini Djafar mengatakan, tidak mengetahui persis pekerjaan selokan yang ada di Dusun Tomula karena sudah ada penanggung jawabnya PK dan Sekretaris Desa.

“Ada depe PK dan ti Pak Sek dorang yang paham itu, setahu saya itu karena ada kase kurang karena banjir dan ini sudah lengkap sudah di periksa oleh Inspektorat kami juga beli bahan berulang-ulang”,Katanya.

Menurutnya, selama ini semua kegiatan aparat Desa yang lebih tahu dirinya hanya memantau saja.

“Kalau selama ini biar ada Inspektorat tidak pernah lagi mereka (aparat desa.red) menelpon, saya hanya memantau sekarang sudah bukan lagi kepala desa yang handel kalau di saya semua aparat saya berikan kepercayaan”,ungkap Dasma.

Kepala Desa Upomela, Dasma Dini Djafar.

“Jadi kalau ada Inspektorat dan segala macam mereka yang ditanyakan bukan lagi saya mereka yang lebih tau, dan pekerjaan ini sudah di periksa Inspektorat untuk keseluruhan anggaran sudah di serap”,sambung Dasma Dini Djafar.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Sofyan Iko saat di konfirmasi melalui sambungan telepon menyampaikan, yang mengakibatkan kurangnya volume pekerjaan diakibatkan faktor alam.

“Disitu pak 300 meter volume, tapi dia kurang 13 meter karena terkendala dengan banjir lalu sudah berapa kali diterjang banjir beberapa kali begitu juga lantai sehingga kurang volumenya”,Jelasnya.

Sofyan Iko juga menuturkan, untuk keseluruhan anggaran sudah di serap dan keseluruhan pekerjaan juga kendalanya dirapatkan melalui musyawarah Desa.

“Iya sudah, ini keputusan Desa atas musyawarah bersama”,tutup Sofyan.(Win/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab