BeritaKabupaten GorontaloKesehatan

Sapi Mati Mendadak, Ini Penyebabnya

576
×

Sapi Mati Mendadak, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Foto. Ilustrasi dokter hewan memeriksa sapi.

Masyarakat terutama para peternak seringkali kaget dengan hewan ternaknya seperti sapi mati mendadak, ternyata terkena penyakit antraks.

***

RELATIF.ID, GORONTALO – Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gorontalo melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Feteriner, Rita Susana Marwati menjelaskan, penyakit antraks berbeda dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Gejala PMK dapat dikenali secara kasat mata, sedangkan antraks tidak demikian.

“PMK pada hewan ternak, ada tanda-tandanya, mulutnya luka-luka dengan mengeluarkan busa air liur dan kukunya luka-luka. Sedangkan antraks tidak diketahui, kecuali kita melakukan tes,” ujar Rita, Sabtu (3/4/2025).

Meski begitu, kata Rita bahwa kematian mendadak pada ternak dapat menjadi indikasi awal adanya infeksi antraks.

“Ketika ada kasus itu, sapi mati tiba-tiba. Sehingga kita bisa mengetahui ada gejala, kemudian kita lakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rita menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, baik kasus PMK maupun antraks tidak ditemukan lagi di Kabupaten Gorontalo.

“Alhamdulillah, beberapa tahun terakhir ini sudah tidak ada lagi PMK dan Antraks, karena kita sudah melakukan penanganan langsung dilapangan dengan cara penyuntikan vaksinasi, sterilisasi berupa pemberian vitamin maupun penanganan kandang-kandang yang digunakan oleh masyarakat terutama peternak,” terangnya.

Sehingga, pada perayaan idul adha nanti, pihaknya memastikan bahwa hewan ternak terutama hewan kurban di Kabupaten Gorontalo sudah bebas dari PMK maupun Antraks.

“PMK dan Antraks pada hewan ternak terutama hewan kurban di Kabupaten Gorontalo sudah tidak ada, sehingga masyarakat aman,” katanya

DPKH Kabupaten Gorontalo pun mengimbau kepada masyarakat terutama para peternak agar segera melaporkan jika menemukan hewan ternaknya mati secara mendadak.

Rita mengungkapkan, bahwa seluruh pelayanan dari DPKH, termasuk pemeriksaan dan penanganan, diberikan secara gratis.

Menarik Untuk Anda :  Peringati HUT ke 17, Bupati Sofyan Sebut Bawaslu Mampu Jaga Integritas Demokrasi

“Untuk pelayannya gratis (tidak dipungut biaya),” tandasnya.

 

Penulis: Beju