kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaPendidikanProvinsi Gorontalo

Andi Taufik Telisik Sekolah Rakyat Program Strategis Presiden Prabowo

407
×

Andi Taufik Telisik Sekolah Rakyat Program Strategis Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Andi Taufik mengenakan almamater hijau, mahasiswa IAIN Gorontalo.

RELATIF.ID, GORONTALO – Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 menjadi pijakan baru pemerintahan Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem.

Salah satu terobosan yang mencolok adalah Program Sekolah Rakyat, model pendidikan gratis yang ditujukan bagi anak-anak putus sekolah maupun mereka yang tak pernah menginjak bangku sekolah.

Dinosaur

Di Gorontalo, gema kebijakan ini mulai terasa. Pemerintah daerah tampak menyiapkan langkah teknisnya, mulai dari pemetaan calon peserta hingga pembentukan tim pelaksana.

“Sekolah Rakyat bagaikan wahyu penunjuk jalan bagi kaum miskin yang hidup dalam kegelapan pendidikan,” ujar Andi Taufik, aktivis sosial di Gorontalo, Kamis (14/8/2025).

Program ini, menurut Andi, bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan wujud nyata dari amanat UUD 1945 Alinea keempat: mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia menilai, pemerintah pusat sedang mengembalikan esensi negara sebagai penjamin hak dasar warga negaranya.

“Harapan kami, program ini tepat sasaran. Angka pemuda dan masyarakat yang tak mengenyam pendidikan di Gorontalo masih tinggi,” katanya.

Pemerintah menyiapkan proses seleksi ketat bagi calon peserta. Data Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi rujukan untuk memastikan bantuan pendidikan ini, menyentuh kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Jika berjalan sesuai rencana, kata andi, Sekolah Rakyat ini bisa menjadi model intervensi sosial yang lebih dari sekadar proyek jangka pendek. Ia dapat berpotensi memulihkan akses pendidikan bagi lapisan masyarakat terbawah, memuliakan wong cilik, menjangkau yang tak terjangkau, dan membuka peluang bagi yang selama ini dianggap tak mungkin mengenyam pendidikan.

“Kami juga mendapatkan informasi bahwa proses rekrutmen sekola rakyat, bahwa anak anak di pilih berdasarkan data sosial dan ekonomi nasional (DTSEN). Semoga saja langkah ini bisa mennyentuh tujuan utama pembagunan skola rakyat ini, dimna bisa memulialan wong cilik , menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin,” tutup Andi Taufik, Mahasiswa IAIN Gorontalo. (Beju)

Menarik Untuk Anda :  54 ASN Ikuti Assessment Calon Camat, Bupati Sofyan Ingatkan Tanggung Jawab Sosial
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312