Antisipasi BSPS Tidak Tepat Sasaran, Haris Tome Lakukan Observasi

178

RELATIF.ID, GORONTALO__ Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Haris Suparto Tome, menyebut hingga saat ini masih banyak dari masyarakat berpenghasilan rendah masih menempati rumah tidak layak huni di Kabupaten Gorontalo.

“Hampir seluruh rumah yang saya kunjungi di lapangan tidak layak untuk di huni, ada yang sudah lima 3 tahun, 5 tahun, sampai puluhan tahun. Nah, rata-rata persoalannya tidak terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),”ungkap Haris.

Dirinya juga menjelaskan, berdasarkan data sementara yang diperoleh Dinas Perkim hasil kunjungan lapangan di Kecamatan Talaga cs, Kecamatan Limboto cs, dan Kecamatan Tolangohula, jumlah masyarakat pemilik rumah tidak layak huni yang tidak terdaftar di DTKS menghampiri 500 unit rumah.

“Data sementara kami hampir 500 unit rumah, itu baru di tiga kecamatan. Yang lainnya belum,” Jelasnya.

Olehnya, untuk meminimalisir penerima bantuan renovasi rumah atau program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tidak tepat sasaran, kata Haris, pihaknya lebih dulu melakukan observasi untuk menilai rumah masyarakat yang akan diperbaiki dengan memperhatikan beberapa kriteria, seperti pendapatan masyarakat, melihat kondisi bangunan, minim pencahayaan, sirkulasi udara yang buruk serta tidak tersedianya air bersih atau sanitasi yang kurang baik.

“Hal ini kami lakukan agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran dan warga yang membutuhkan sesuai dengan fakta di lapangan,” Katanya.

Mantan Ketua Asosiasi Kadis Kominfo se-Indonesia ini menerangkan, untuk menjawab semua tantangan dalam pengentasan kemiskinan butuh kerja keras dan intervensi secara serius. Tujuannya supaya penanganan kemiskinan dapat tepat sasaran dan efisien.

“Kunci dari semua itu adalah berkolaborasi. Semua akan terasa mudah jika hal itu benar-benar kita lakukan dengan baik,” terang Haris.(Win/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab