kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaBone BolangoEkonom

BAZNAS Bone Bolango dan HEBITREN Perkuat Ekonomi Syariah Lewat PESONA 2026 dan PENAS XVII

3
×

BAZNAS Bone Bolango dan HEBITREN Perkuat Ekonomi Syariah Lewat PESONA 2026 dan PENAS XVII

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, Bone Bolango – Komitmen dalam memperkuat ekonomi syariah berbasis pesantren dan pemberdayaan masyarakat kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone Bolango.

Melalui kolaborasi bersama Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Provinsi Gorontalo, BAZNAS turut mendukung pelaksanaan Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo (PESONA) 2026 dan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan yang berlangsung di Provinsi Gorontalo.

Dinosaur

Ketua BAZNAS Bone Bolango, Faisal Pakaya, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina HEBITREN Provinsi Gorontalo, mengatakan bahwa PESONA merupakan agenda tahunan yang diinisiasi Bank Indonesia dalam rangka meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan PESONA 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, modern, dan berdaya saing.

“Tahun ini PESONA mengusung tema ‘Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (SERLIGO)’. Tema ini mencerminkan upaya bersama dalam mempercepat transformasi digital bagi UMKM dan pelaku usaha daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Gorontalo,” ujar Faisal Pakaya, Minggu (21/6/2026).

Sebagai organisasi mitra binaan Bank Indonesia, HEBITREN berperan menghimpun pesantren dan unit-unit usaha pesantren untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, mendorong kemandirian usaha, serta mengembangkan produk unggulan berbasis syariah.

Di bawah pembinaan berbagai pihak, HEBITREN terus aktif mendukung program-program penguatan ekonomi umat yang digagas Bank Indonesia maupun lembaga lainnya.

Pada pembukaan PESONA 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Limboto, Faisal Pakaya turut mengambil bagian sebagai pembaca doa. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Gorontalo dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, serta perwakilan pesantren se-Provinsi Gorontalo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia bersama jajaran deputi, Bupati Gorontalo, Wakil Bupati Gorontalo, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, unsur Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), para rektor perguruan tinggi, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta para pimpinan pesantren.

Menarik Untuk Anda :  PT PLN Berikan Diskon tarif listrik 50% Pelanggan Daya 2.200 VA, Bagaimana Caranya?

Sementara itu, dalam pelaksanaan PENAS XVII Petani dan Nelayan, HEBITREN bekerja sama dengan Bank Indonesia menghadirkan stand pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan hasil karya pesantren dan kelompok binaan.

Produk yang dipamerkan meliputi hasil pertanian organik, aneka olahan pangan, kerajinan tangan, hingga produk UMKM berbasis ekonomi syariah yang memiliki potensi pasar yang menjanjikan.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat berbagai layanan yang dikembangkan Koperasi Syariah HEBITREN “Ma’ahid”, salah satu koperasi binaan Bank Indonesia yang terus berkembang dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang pelaksanaan PESONA dan PENAS XVII. Stand pameran yang dihadirkan menjadi sarana promosi produk pesantren sekaligus media edukasi bagi masyarakat terkait ekonomi dan keuangan syariah.

Bahkan, stand Bank Indonesia di arena pameran PENAS XVII menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung karena menghadirkan berbagai produk organik unggulan yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.

Kesuksesan partisipasi HEBITREN dalam kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, yang menyempatkan diri mengunjungi dan meninjau langsung berbagai produk unggulan yang dipamerkan.

Faisal Pakaya menegaskan, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan ekonomi umat dan memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat.

“Melalui sinergi yang kuat antara BAZNAS, HEBITREN, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap ekonomi syariah di Gorontalo terus berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312