RELATIF.ID, GORONTALO — Di bawah sorotan lampu gedung Kasmat Lahay yang temaram, 26 remaja berseragam putih berdiri tegak.
Sebagian mereka menahan senyum gugup, sebagian lagi mengatupkan bibir rapat-rapat.
Jumat malam, 15 Agustus 2025, mereka resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara Kemerdekaan Indonesia ke 80, tingkat Kabupaten Gorontalo.

Mereka datang dari berbagai sekolah menengah di kabupaten ini, yang lolos dari seleksi panjang dan latihan ketat.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang memimpin pengukuhan, menyampaikan bahwa tugas mereka bukan sekadar upacara, tetapi juga tanggungjawab dalam menjaga harkat dan nama baik bangsa.
“Tanggung jawab ini tidak sekadar menaikkan bendera, tetapi juga menjaga harkat dan nama baik bangsa,” kata Sofyan, menatap deretan remaja itu.

Sebagai wakil seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo, Sofyan berharap, mereka dapat menjaga sikap di dalam maupun di luar lapangan.
“Citra itu dijaga dengan baik. Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya,” ucapnya.
Pengukuhan ini menjadi awal dari puncak tugas Pasukan Paskibra dalam mengibarkan sang Merah Putih pada peringatan kemerdekaan Indonesia ke-80, 17 Agustus.

Di antara tepuk tangan hadirin, para anggota Paskibraka saling melirik, barangkali membayangkan langkah kaki tegap di Lapangan GOR David-Tony, saat ribuan pasang mata akan memandang mereka. (Beju)



