Cinta Ditolak Satpam Di Gorontalo Diduga Lakukan Penganiayaan Ke Calon Pacar

1.460

RELATIF.ID, GORONTALO__Siska Hiola (29), single parent berdomisili di Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, mengaku menjadi korban penganiayaan calon pacar yang berprofesi sebagai satpam di Kota Gorontalo.

Kepada awak media, korban mengaku mendapatkan perlakuan kasar dan tidak menyenangkan sebanyak dua kali dengan waktu dan tempat yang berbeda.

Korban mengenal pria berinisial HY alias Hendrik baru satu bulan. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami pembengkakan di bagian mata sebelah kanan dan wajah juga memar-memar di kedua tangan.

Korban penganiayaan, Siska Hiola.

Insiden pertama terjadi pada tanggal 4 Januari sekitar pukul 18.00 Wita kompleks kos-kosan Jalan Ternate Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.

Selanjutnya, penganiayaan kedua, terjadi di tanggal 6 Januari di kos-kosan korban  bertempat di Jalan Melon Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi, pukul 20.00 Wita.

Siska (korban.red) menjelaskan, jika sebelumnya Hendrik sempat mengutarakan cinta kepadanya namun belum diterima karena khawatir calon pacar sudah memiliki kekasih, sehingga hubungan yang dijalin hanya sebatas teman.

“Tidak ada tanda-tanda seperti orang kasar, dia baik. Saya diajak nonton di bioskop, jalan-jalan, dan nongkrong ditempat makan. Dia lalu bilang suka, belum saya jawab,” kata Siska, Jumat (07/01/2022) malam saat di wawancarai.

Hubungan pertemanan antara korban dan Hendrik seketika berubah saat korban mengatahui calon pacar telah memiliki pujaan hati. Cek-cok antara keduanya tak terbendung, hingga korban kesal dan memblokir kontak WhatsApp milik Hendrik.

“Setelah kontak WhatsApp saya blokir, saya buka lagi. Eh, ternyata dia tambah marah. Saya tidak kenapa. Lalu, saya diajak bertemu. Dia bilang dia sayang, lalu saya di jambak, dipukul,”ujar Siska.

Namun berselang satu hari, kata Siska, Hendrik kembali mengajak bertemu. Siska menolak. Ia mengaku takut karena trauma dianiaya Hendrik. Karena diancam permintaan itu dituruti.

“Saya sempat menolak waktu diajak bertemu yang kedua, karena saya masih trauma. Lalu dia mengancam, jika saya menolak akan membuat keributan ditempat saya bekerja. Saya turuti ajakan itu,”kata Siska.

“Tiba di kos-kosan, saya ditendang berulang kali menggunakan sepatu boot satpam dibagian lengan tangan sebelah kiri dan kanan, dipukul (seperti orang latihan tinju) di bagian mata hingga lebam. Mungkin dia kesal karena cintanya saya tolak,”Lanjutnya.

Surat Tanda Terima Laporan Polisi

Dengan kejadian itu, Siska bersama keluarganya memutuskan membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Gorontalo dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/B/06/I/2022/SPKT/Polda Gorontalo

“Saya sudah laporkan dia ke Polda Gorontalo. Saya juga sudah di visum. Saya minta dia dihukum berat, jangan kasih ampun,”ungkap korban.

Hingga berita ini di terbitkan Redaksi Relatif.id masih berupaya mendapatkan tanggapan dari Polda Gorontalo perihal laporan Siska Hiola tersebut.(Win/Relatif.id)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab