RELATIF.ID, POHUWATO – Di kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, para Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) mengikuti gerak jalan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-78.
Pantauan awak media ini, Rabu, (16/8/2023), para LGBT tersebut tampak mengikuti gerak jalan dengan nomor urut 109. Bukan hanya itu, pria yang berdandan ala wanita itu, menggunakan atribut yang menyerupai wanita pada umumnya.
Padahal diketahui, Pemerintah Daerah Pohuwato telah mengeluarkan larangan keikutsertaan LGBT. Hal itu sebagaimana disampaikan asisten pemerintahan daerah Kabupaten Pohuwato, Arman Mohammad.
“Tidak ada kegiatan yang diikuti oleh LGBT maupun kegiatan yang menggunakan atribut LGBT. Hal ini berlaku di seluruh wilayah Kabupaten Pohuwato,” tegas Arman, seperti dilansir media online Wartanesia.
Masih kata Arman, larangan tersebut sebagai bentuk kampanye penolakan terhadap mereka. Sebab, kata dia, saat ini kaum LGBT sedang marak-maraknya.
“Yang kita musuhi adalah kegiatannya, bukan orangnya. Orangnya tetap kita hargai, kita hormati. Kita ajak mereka, kalau itu penyakit maka kita harapkan bisa sembuh dan kalau itu gaya hidup, mudah-mudahan bisa kembali ke gaya hidup yang normal,” tandas Arman, juga dilansir Wartanesia.
Namun hingga kini, saat awak media menghubungi Camat Marisa, Mohamad Huntoyungo, belum juga tersambung.
Pewarta : GK



