RELATIF.ID, GORONTALO__Dugaan pergantian Akta Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohalaa (YP-DLP) Universitas Gorontalo disoroti.
Pasalnya, semua mengetahui bahwa yang tertuang dalam Akta pendirian YP-DLP Universitas Gorontalo bahwa pemilik yayasan pendidikan adalah masyarakat Gorontalo namun menurut informasi yang beredar bahwa saat ini diduga Akta yayasan sudah beralih ke Akta perseorangan atau milik instansi Universitas Gorontalo.
Hal ini membuat salah satu tokoh pemuda Gorontalo, Alpian Biga angkat bicara dan mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.
“Jika ini benar terjadi bahwa terjadi perubahan Akta tentu sangat melukai hati masyarakat Gorontalo yang notabene pemilik yayasan pendidikan tersebut”, ujar Alpian Biga. Rabu (11/06/2025).
Menurut Alpian juga bahwa saat ini ada beberapa nama yang sebelumnya sebagai pengurus atau yang tercantum dalam kepengurusan Yayasan sudah berubah.
“Kalau tidak keliru dulu ada nama salah satu tokoh masyarakat yang juga ayahanda Wakil Bupati Gorontalo saat ini sebagai dewan penyantun tapi menurut informasi sudah dihilangkan, tentu ini juga harus dijelaskan oleh pihak pengurus Yayasan saat ini mengapa ada yang sudah dihilangkan dalam struktur”, Paparnya.
Lebih lanjut, Alpian mengungkapkan, jika menelaah history yang ada sebelumnya setiap kepala daerah Kabupaten Gorontalo otomatis menjadi dewan pembina namun belakangan hal ini tidak berlaku lagi.
“Sebelumnya jika melihat sejarah semua mengetahui bahwa pembina yayasan itu adalah Bupati, siapa saja Bupati yang menjabat namun sekarang ini sepertinya berubah olehnya ini harus dikembalikan lagi ke tupoksi dan cita-cita berdirinya yayasan”, Ungkapnya.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Gorontalo ini berharap, pengurus Yayasan saat ini jika bertindak atau mengambil keputusan jangan mencederai cita – cita pendirian YP-DLP Universitas Gorontalo.
“Harapan saya kepada pengurus Yayasan saat ini jika mengambil keputusan jangan melukai hati masyarakat Gorontalo, karena yayasan tersebut pemiliknya adalah semua masyarakat Gorontalo”, Harap Alpian.
Hingga berita ini ditertibkan tim redaksi masih berupaya mendapatkan klarifikasi/tanggapan dari pihak Yayasan YP-DLP Universitas Gorontalo.(Win/Relatif.id).



