Dipastikan Gagal, Polemik Merger Poligon dan UNG Terus Begulir

49

Polemik Merger antara Politeknik Gorontalo (Poligon) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus bergulir dan bakal dipastikan gagal.

Pasalnya “Ada ketentuan dari Permendikbud bahwa Perguruan tinggi yang bisa merger itu hanya bisa antara negeri dan negeri, serta swasta dan swasta,” sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 7 tahun 2020 tentang Penggabungan Perguruan tinggi.ungkap Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim yang juga selaku Pembina Yayasan Pengembangan Sumber Daya Manusia Gorontalo (YPSDMG). 

Dirinya memastikan bahwa proses merger dibatalkan karena peraturan pemerintah yang telah ada serta membebaskan tenaga pengajar dan mahasiswa untuk memilih untuk menjadi bagian Poligon atau Sekolah Vokasi UNG. ucap Idris dalam  pertemuan yang dihadiri oleh Ketua Yayasan,  L2DIKTI, Plt Direktur Poligon, Ketua-ketua Prodi, Dosen serta perwakilan mahasiswa Poligon, Senin, (22/03/2021)Idris sangat menyayangkan, polemik merger ini sampai membuat mahasiswa kebingungan akan status kampus mereka sendiri.
“Bagi ingin pindah ke sekolah vokasi, sudah saya beritahu kepada ketua yayasan silahkan saja mereka untuk pindah, kita tetap akan membina Poligon ke depan,” ucap IdrisIa yakin tanpa merger, Poligon bisa tetap maju karena sudah memiliki nama dan banyak prestasi sampai tingkat Nasional.

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab