Dua Kali Di Uji Coba Tender Pasar Soping Center Limboto Gagal Lagi, Ini Penjelasan Pokja

334

RELATIF.ID, GORONTALO___Perjalanan panjang proses tender pembangunan Pasar Modern Limboto akhirnya kandas lagi, setelah polemik perusahaan pemenangan dan perusahaan pemberi dukungan berselisih, Jumat (24/12/2021).

Walaupun dua kali sempat di mediasi DPRD Kabupaten Gorontalo, namun proses batalnya tender yang ke 2 (dua) kalinya tidak terbendung lagi.

Sehingga keputusan saat ini kembali ke tangan Dinas terkait selaku pengguna jasa untuk mekanisme selanjutnya terhadap tender gagal untuk keberlanjutan pembangunan Pasar Modern Limboto.

Saat di konfirmasi, Ketua Pokja BPBJ Kabupaten Gorontalo, Suprianto Ali menjelaskan, jika pihaknya sebelumnya hanya memastikan apakah dukungan dari CV. Brother Water Filterindo ke PT. Putra Jaya Andalan palsu atau tidak. Karena banyak berkembang informasi dan juga dalam sanggahan peserta bahwa ada indikasi pemalsuan terhadap surat dukungan tersebut.

“Ternyata, setelah kami lakukan klarifikasi kembali ke CV. Brother Water Filterindo melalui email, CV. Brother menyatakan benar mengeluarkan surat tersebut secara resmi, dengan begitu kami menarik surat dukungan sebelumnya, dari hasil konfirmasi tersebut sudah jelas tidak ada pemalsuan terhadap surat dukungan karena CV. Brother Water Filterindo menarik surat dukungan sebelumnya yang sudah dikeluarkan”, ujar Suprianto.

“Berarti mereka memang benar memberikan dukungan dan pernyataan saya kemarin jika terbukti itu memalsukan dokumen maka akan saya batalkan sebagai pemenang sebagaimana ketentuan dalam dokumen pemilihan IKP 4.1 huruf a menyampaikan dokumen atau keterangan palsu/tidak benar dan yang terbukti melakukan tindakan tersebut maka sanksinya sebagaimana ketentuan IKP 4.2 a yaitu digugurkan dari proses pemilihan atau pembatalan penetapan pemenang, namun sekarang dia (CV. Brother.red) kan memberikan dukungan”, Lanjutnya.

Suprianto Ali.

Dan untuk proses tender sendiri kata, Suprianto sudah dinyatakan gagal karena telah memenuhi ketentuan dalam dokumen pemilihan IKP. 37.1 huruf e.

“Tendernya gagal, bukan karena sanksi ke PT. Putra Jaya Andalan terhadap pelanggaran sebagaimana ketentuan dalam dokumen pemilihan IKP 4.1 huruf a menyampaikan dokumen atau keterangan palsu/tidak benar, jadi tender gagal itu sesuai ketentuan dokumen itu ada beberapa hal yang menyebabkan tender gagal bukan karena adanya pemalsuan surat dukungan. Jadi ada banyak hal penyebabnya karena disitu ada sanggahan jadi ada beberapa sanggahan dari peserta yang kami terima”, Katanya.

“Untuk tindak lanjutnya kami sudah membuat laporan ke PPK selaku pengguna jasa yang akan diserahkan pada hari senin nanti dan selanjutnya Pokja akan menunggu instruksi dari PPK seperti apa tindak lanjutnya karena terdapat banyak pilihan yang bisa diambil oleh pengguna jasa”, tutup Suprianto.(Win/Relatif.id)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab