kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaBone Bolango

Dua Kecamatan di Bone Bolango Catat Angka Anak Putus Sekolah Tertinggi

94
×

Dua Kecamatan di Bone Bolango Catat Angka Anak Putus Sekolah Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Rapat koordinasi (foto. Indra/Diskominfo).

RELATIF.ID, BONE BOLANGO – Dua kecamatan di Kabupaten Bone Bolango tercatat memiliki angka anak putus sekolah tertinggi.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan Perkawinan Anak, Pekerja Anak, dan Anak Tidak Sekolah (ATS), Kamis (2/7/2026), dua Kecamatan itu ialah: Tilongkabila dan Kecamatan Kabila.

Dinosaur

“Saya mendapat laporan bahwa angka putus sekolah di Bone Bolango cukup tinggi. Informasi yang saya terima, kasus terbanyak berada di Kecamatan Tilongkabila dan Kecamatan Kabila. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” ungkap Iwan.

Ia menegaskan, persoalan anak putus sekolah tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja. Karena, Kabupaten Bone Bolango telah memiliki Peraturan Daerah tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Peraturan Daerah tentang Kabupaten Layak Anak sebagai landasan dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak.

Oleh sebab itu, camat, lurah, kepala desa, satuan pendidikan, hingga masyarakat diminta bekerjasama untuk melakukan pendataan, pendampingan, dan pendekatan kepada keluarga yang anaknya berisiko tidak melanjutkan pendidikan.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama yang harus kita awasi dan tangani,” tegasnya.

Sekda juga mengingatkan seluruh pihak pentingnya pengawasan terhadap potensi pekerja anak maupun berbagai bentuk pelanggaran hak anak.

“Jangan sampai ada anak yang putus sekolah, ada anak yang bekerja pada usia yang belum memenuhi syarat, atau ada anak yang mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai dengan hak-haknya,” tutur Iwan.

Ia berharap, dimomentum mulainya tahun ajaran baru ini, dapat dimanfaatkan untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.

“Saat ini kita sudah memasuki tahun ajaran baru. Saya minta dipastikan melalui identifikasi dan pendataan di lapangan, jangan sampai ada anak-anak yang tidak masuk sekolah,” ujarnya.

Menarik Untuk Anda :  Perkuat Sektor Pertanian, Ismet Mile Salurkan Benih Jagung

Selain memperkuat pendataan di lapangan, panglima ASN itu juga mendorong media massa dan lembaga kemasyarakatan, turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.

“Media dan lembaga kemasyarakatan harus kita libatkan untuk terus mengedukasi masyarakat agar anak-anak kita tidak putus sekolah. Ini adalah investasi besar untuk masa depan daerah,” pungkasnya. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow