Hadiri Diskusi Ilmiah, Thariq Modanggu Digugat HMI

294

Banyak hal istimewa yang terjadi dalam perayaan dan syukuran Milad HMI ke-74 kemarin (05/02/2021).
Dari penetapan dan peresmian Jln Prof. Lafran Pane di depan Graha KAHMI oleh Walikota Gorontalo Marten Taha.

Yang di gagas oleh Ketua Wilayah KAHMI Provinsi Gorontalo Dr. Rustam Akili, juga dialog Nasional daring yang menghadirkan Akbar Tandjung sebagai tokoh nasional sekaligus sesepuh HMI-KAHMI bersama HMI-KAHMI Gorontalo, serta peresmian Warkop Green Black 47.

Hal yang istimewa lainnya melalui dialog ilmiah pada malam puncak perayaan dan syukuran oleh HMI Komisariat di Lingkungan IAIN Gorontalo yang menghadirkan Wakil Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu sebagai pemantik diskusi tersebut.

Diskusi ini mengambil tema Rekontruksi Nilai Perjuangan HMI di Era Digital itu ternyata ada udang dibalik batu. Para kader HMI mengundang Thariq hadir ternyata untuk digugat.

Pelaksana kegiatan sengaja mengundang beliau untuk menggugat bernarkah Kanda Thariq masih konsisten memperjuangkan nilai-nilai ke-HMI-an, Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan.

“ Diskusi ini memang menjdi salah satu media untuk menggugat beliau. Karena salah satu jabatan ygt tak pernah akan pensiun adalah menjadi Alumni HMI. Dan ke-kader-an Kanda Thariq sebagai alumni sekaligus Wakil Bupati Gorontalo Utara diuji dengan gugatan apakah masih konsisten dengan nilai-nilai perjuangan HMI-KAHMI dalam dialog ini “ ujar Venly Ketua Komisariat Al-Ghazali, IAIN Goorontalo.

Hal senada diungkap oleh Ghufron Alulu Ketua Komisariat Ibnu Rusyd IAIN Gorontalo yang menyatakan bahwa sebagai alumni Kanda Thariq telah membuktikan bahwa dirinya tetap konsisten dengan tujuan HMI, mengedepankan 5 kualitas insan cita sebagai Wakil Bupati di Kabupaten Gorontalo Utara.

” Kualitas insan cita yaitu; kualitas akademis, pencipta, pengabdi tercermin dalam keseharian beliau menjalankan tugas-tugas sebagai pelayan rakyat (Wakil Bupati-red) di Gorontalo Utara. Ini yang kemudian diharapkan menjadi pemicu terwujudkan masyarakat adil makmur yang di-ridhoi Allah SWT, di wilayah bagian utara Gorontalo tersebut. Dan dalam dialog tadi terlihat bahwa Kanda Thariq mampu menjawab sekaligus membuktikan gugatan kader HMI yang mempertanyakan konsistensi juga konsep beliau sebagai pejabat publik dalam memperjuangkan nilai perjungan HMI-KAHMI”. Ungkapnya

Untuk diketahui diakhir sesi dialog Thariq sempat mengungkap sebuah “flash of mind” dengan mengatakan bahwa di usianya yang sudah mencapai 74 tahun, HMI ibarat sebuah rumah tua. Sebagai kader, apakah kita akan membiarkan rumah ini sepi, tak terawat dan terlihat angker, atau akan selalu meramaikannya dengan kajian dan gerakan serta memoles (memperindah) setiap sudutnya sehinga menjadi rumah masa depan yang menjadi dambaan setiap generasi Hijau Hitam.

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab