IDI Kabgor Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan, Irawan Huntoyungo: Ini Pengabdian Pada Masyarakat

49

RELATIF.ID, GORONTALO – Masalah Covid-19 yang belum usai masih menjadi fokus utama penanggulangan kesehatan di Indonesia. Agar lebih maksimal, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Gorontalo (Kabgor) menggelar sejumlah kegiatan, diantaranya talk show sebagai ajang sosialisasi kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di gedung Kasmat Lahay Limboto tersebut, dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-114 tahun dengan tema global “Bakti Untuk Negeri, Mengabdi Untuk Rakyat”.

Sementara untuk tema lokal yang diangkat IDI Kabgor adalah “Hepatitis Misterius, Imunisasi dan Kesehatan Lingkungan”.

Berkaitan dengan kegiatan ini, Ketua IDI Cabang Kabupaten Gorontalo dr. Irawan Huntoyungo, M.Kes.,Sp.OT menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut, sebagai pengabdian Dokter Indonesia kepada masyarakat.

“Kegiatan tadi merupakan sebuah rangkaian hari bakti dokter Indonesia tingkat Kabupaten Gorontalo, dimana awal kegiatan kami lakukan talk show dengan menghadirkan bapak Bupati (Nelson Pomalingo_red). dengan tema lokal Hepatitis Misterius, Imunisasi & Kesehatan Lingkungan secara global temanya Bakti untuk negeri, mengabdi untuk rakyat.”jelas dr. Irawan saat di wawancarai awak media, Senin 30/05/2022).

Ketua IDI Kabupaten Gorontalo, dr. Irawan Huntoyungo saat di wawancarai awak media.

“Kenapa kami lakukan kegiatan-kegiatan semacam ini? Karena dalam rangka pengabdian Dokter Indonesia kepada masyarakat. Alhamdulillah kita sudah mendapatkan beberapa solusi tentang bagaimana penanganan terhadap hal-hal yang menjadi isu tadi.” Tambahnya.

Selanjutnya, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabgor ini, berharap kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan pola hidup sehat. Karena mengingat munculnya berbagai macam virus selain Covid-19.

“Sekarang ini kita dalam kondisi pandemi Covid-19, kemudian didapatkan lagi satu kondisi menularnya hepatitis misterius dimana telah menelan korban yang lumayan banyak. Tapi Alhamdulillah di Gorontalo belum ada, apalagi juga sekarang mulai beredar satu kasus lagi yaitu Monkeypox (cacar monyet) yang tentu juga sangat berbahaya bagi kita semua.” Harap dr. Irawan.

Ada pun kisi-kisi masyarakat tidak tertular yang namanya hepatitis dan cacar monyet. dr. Irawan memaparkan, untuk masyarakat tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

“Yang pertama untuk penularan penyakit tentu yang pertama kita adalah berperilaku hidup yang sehat. Yang kedua dengan program cuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker adalah suatu hal pencegahan penularan lebih lanjut.”papar dokter spesialis tulang tersebut.(Win/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab