Miris!, Pekerjaan Drainase CV. Raditya Karya Sejahtera Disoroti Warga Dan Kepala Desa Molowahu

305

RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO__Pekerjaan Penyediaan Jaringan Drainase di Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo (Kabgor), menuai protes warga desa setempat, Sabtu (30/10/2021).

Pasalnya, menurut warga desa, bahwa pekerjaan dengan nilai kontrak Rp. 199.700.000,00 yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kabgor tahun 2021 itu diduga amburadul.

Bahkan dalam protes warga melalui postingan Facebook yang dikirimkan ke Group Molowahu Smart itu menyebutkan, bahwa pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan saluran, justru adalah pekerjaan kolam.

“Cc. Ayah Irwandi Ibrahim.. Spa pengawas di proyek ini? Kyakx pekerjaan ini amburadul skli.. Bukan ba bekeng saluran malahan so buat kolam. Lantai ini tdk di waterpas. 🙏,” tulis warga desa setempat, Sako Ishak Bahua, melalui postingannya di Group Facebook Molowahu Smart.

Screenshot postingan salah satu warga yang menyoroti pekerjaan drainase di Desa Molowahu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. (Dok/Istimewa).

Ishak yang dikonfirmasi Media ini membenarkan terkait postingannya di group Facebook tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa (Kades) Molowahu, Irwandi Ibrahim menjelaskan, terkait dengan protes warga yang viral di media sosial Facebook itu, pihaknya selaku Pemerintah Desa (Pemdes) setempat telah mendatangi langsung lokasi proyek pekerjaan tersebut.

“Saya sudah datangi kemarin. Sudah langsung datang ke lokasi bersama Babinsa, melihat langsung, menanyakan langsung, tapi hanya ketemu dengan pekerja. Namanya pekerja itu kan mereka hanya sesuai perintah, kalau pihak kontraktor (pelaksana_red) sampai dengan hari ini tidak ada komunikasi,” Jelasnya.

Dirinya juga mengatakan, sebelumnya pihaknya sempat menyampaikan ke Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabgor, bahwa dana PEN adalah dana yang dikhususkan untuk Covid-19. Sehingganya, kata dia, setiap kegiatannya itu harus memberdayakan semua yang ada di desa, termasuk tenaga kerja dan pendukung yang lain.

“Nah ini saya dapat laporan, banyak keluhan dari para tukang yang tidak punya pekerjaan, kenapa mereka tidak dilibatkan. Tidak ada 1 orang pun masyarkat Desa Molowahu,” kata Irwandi.

Pihaknya juga merasa miris dengan pihak ketiga yang diduga tidak memberdayakan masyarakat lokal yang juga pemanfaat saluran tersebut.

“Jadi itu yang saya sangat sayangkan. Kemudian yang lain, misalnya material, kalau pun tidak ada disini tapi kasihan ada sopir-sopir yang suka bekerja memuat batu dan pasir, 1 atau 2 ret kan bisa,” Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabgor, Romy Sjahrain saat dikonfirmasi seperti yang dilansir dari Koordinat.co menyampaikan, pihaknya akan memerintahkan pengawas untuk melakukan pengecekan lapangan terkait persoalan tersebut.

“Thanks infonya, nanti mo suruh pengawasnya cek di lapangan,” katanya singkat melalui sambungan WatsApp.

Hingga berita ini di terbitkan, pihak pelaksana CV. Raditya Karya Sejahtera, saat dikonfirmasi via seluler di nomor 08239360xxxx, enggan mengangkat selulernya.(Win/Relatif.id)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab