Muak Dengan Janji Nelson-Hendra, Warga Desa Owalanga: Dua Kali Lebih Baik Atau Dua Kali Menyiksa??

360

RELATIF.ID, GORONTALO___Muak dengan janji Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo, warga Desa Owalanga, Kecamatan Bongumeme pertanyakan tekline pasangan Nelson-Hendra “dua kali lebih baik atau dua kali lebih menyensarahkan”

Ismail Pomalango (46) warga Dusun Owalanga Timur, kepada Relatif.id mengungkapkan, kekesalnya diamana dari periode pertama Bupati Nelson hanya mengumbar janji dan tidak pernah menepatinya.

“Bupati saat mau maju pilkada pada periode pertama sempat berjanji akan memperbaiki jalan di desa kami, namu sampai dengan masa jabatan diperiode pertama habis jalan tidak diperbaiki,” ungkapnya.

Lanjutnya, pada kampanya 2019 kemarin pun beliau berjanji akan memperbaiki jalan kami, namun tidak sampain dengan saat ini.

“Dua kali lebih baik atau dua kali lebih menyiksa.?,” Tanya Ismail atau yang akrab disapa ka Pedi

Diluar dari kepentingan politik para pejabat, kami masyarakat yang berada di kalangan bawah sangat berharap pada Pemerintah Daerah untuk bisa melihat keluhar kami masyarakat.

“Keluh kami dan harapan kami pada pemerintah, mohon diperbaiki jalan yang ada didesa kami, insah allah kebutuhan sehari-hari kami masi bisa penuhi, namun untuk jalan mohon pak bupati dan pak wabup bisa memperbaiki.” Harapanya.

Senada dengan Ismail, Sriyanti Yunus (43) Warga Dusun Owalanga Barat menagih janji Bupati Nelson serta tekline Pasangan Nelson-Hendra yang dua kali lebih baik.

“Hanya janji, tapi tidak bisa ditepati, jika jalan begini trus darimana dua kali lebih baik, darimana masyarakat mau maju, yang ada hanya lebih tertingal,” Cetus Sri.

Warga Desa Owalanga, Sariyanti Yunus.

Tidak hanya dari kalangan orang tua saja yang berharap agar jalan di Desa Owalanga diperbaiki namun kalangan anak sekolah pun menaruh harapan besar pada pemerintah Daerah.

Suasan jalan rusak menunggu janji Bupati Gorontalo di Desa Owalanga.

Yuli Pakaya (16), Warga Dusun Owalanga Timur mewakili 81 wiswa yang ada di Desa Owalanga, akses jalan yang membuat pendidikan warga di desa owalanga tergangu.

“Saya hampir setiap hari terlambat, ketinggalan mata pelajaran pada jam pertama, dan bisa masuk pada jam berikutnya,” ungkap Yuli yang saat ini sebagai Siswa Madrasah Aliyah Bongohulawa Kecamatan Bongumeme.

Menuntut ilmu di Desa tetangga Yuli mengaku keterlambatanya kesekolah tak lain karna akses jalan yang sangat tidak mendukung.

“Mo ka skolah brangkat jam 6 pun tetap moterlambat, jalan tidak ta aspal baru depe lobang basar-basar, mo lewat musti ba antri jadi pasti moterlambat,” ungkapnya.

Yuli Pakaya.

“Karna disini banyak yang sekolah jadi mohon jalannya diperbaki, suapaya potensi siswa untuk putus skolah tidak ada” tandasnya

Sementara itu Kepala Desa Owalanga, Rusdiyanto Kule saat ditemui mengatakan upaya pemerintah untuk memperjuangkan jalan ini sudah tidak terhitung lagi.

“Yang terbaru pada musrembang kemarin, untuk desa owalanga prioritas jalan, mengingat itu akses satu-satunya oleh masyarakat untuk kejalan raya, berikut karna 95 persen warga sini sebagi petani, maka akses ini sangatlah penting,” ungkapnya.

Kepala Desa Owalanga, Rusdiyanto Kule.

Lebih lanjut Rusdi mengatakan langkah berikut dari pemerintah desa owalanga yaitu sudah memasukan proposal sama Bupati, Dinas PU, dan Bapeda, jadi tinggal menunggu konfirmasi kembali.

Diluar dari kritikan masyarakat kepada Pemda Kabgor, kami pemerintah desa yang berada pada pemerintaha paling bawah mengharapkan yang terbaik untuk masyarakat.

“Insah allah dengan adanya tekline dua kali lebih baik, jalan desa owalanga akan diperhatikan oleh pemerintah daerah.” Tandas Rusdi.

Desa Owalanga sendiri memiliki penduduk 869 jiwa, yang rata-rata didominasi oleh petani dan pedagang.(Win/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab